
Berita menggembirakan diterima oleh keluarga besar Fakultas Sains dan Kesehatan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 200/M/KPT/2020 tertanggal 23 Desember 2020 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2020 yang dalam putusannya tersebut menyebutkan “Embrio : Jurnal Kebidanan” dengan nomor E-ISSN : 2714-7886 dan P-ISSN : 2089-8789 mendapatkan Akreditasi Peringkat 3.
Kegembiraan ini memang menjadi motivasi bagi jurnal-jurnal lainnya di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mengingat berdasarkan surat elektronik Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan menyebutkan bahwa terdapat 2.000 (dua ribu) usulan jurnal pada periode 3 tahun 2020 seluruh Indonesia.
Hal ini menunjukan bahwa sistem pemeringkatan akreditasi ini benar-benar selektif. Akreditasi peringkat 3 sendiri yang sering disebut dengan SINTA 3, saat ini ditempati sekitar 240 jurnal dan untuk Akreditasi peringkat 1 hanya ditempati sekitar 19 Jurnal.
Agar terindeks di SINTA, sebuah jurnal harus mematuhi Peraturan Dirjen Dikti Nomor 1 Tahun 2014 bahwa setiap akreditasi terbitan berkala ilmiah yang memenuhi syarat pengajuan dan memperoleh nilai Evaluasi Diri lebih dari 70 poin, maka dapat digunakan untuk mengajukan akreditasi dan semacamnya.
Jurnal Embrio yang dimiliki Fakultas Sains dan Kesehatan yang bisa diakses di http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/embrio ini, sangat mungkin mendapatkan nilai Evaluasi Diri antara 60-70 dan berpeluang besar untuk menuju Terakreditasi B, yang aturannya hasil Evaluasi Diri bernilai 70-80 poin.
Berdasarkan penuturan pengelolanya, ibu Desta Ayu Cahya Rosyida “Jurnal yang baik memang harus memiliki konsistensi dalam setiap kali terbitan, dimana proporsi penulis dari luar kampus harus mencapai 70 persen, sedangkan sisanya 30 persen diperuntukkan bagi penulis dalam yaitu para dosen di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya”.
Begitu juga dengan sistem cek plagiasi, semuanya harus taat aturan ketika ingin diterbitkan di Embrio, cek Turnitin harus menunjukkan maksimal plagiasi 25 persen, belum sampai disitu juga penulis wajib lolos tahap review daftar pustaka/referensi dengan menggunakan software Mendelay dengan catatan minimal ada 20 referensi, proses ini semuanya menggunakan Sistem OJS atau lebih dikenal Open Jurnal System.
Saat ini pengelola jurnal tetap berupaya untuk meningkatkan status akreditasinya, tidak puas sampai disini, kedepan jurnal Embrio akan berupaya agar meraih Akreditasi B, maka kiat-kiat yang harus dilakukan, diantaranya ; Melibatkan Mitra Bestari berkualifikasi Internasional lebih dari 50 persen dari berbagai Institusi, kemudian memperbaiki mutu penyuntingan substansi agar kespesialisan artikel/jurnal tetap terjaga, dan tidak kalah pentingnya menambahkan kualifikasi Dewan Penyunting 50 persen adalah orang-orang yang pernah menulis artikel Jurnal Internasional.
“Semua stakeholder harus terlibat dan bekerja keras, dan terus berupaya untuk meningkatkan peringkat akreditasi jurnal, yang terpenting memang harus selalu teliti.” jelas bu Desta. (*)