Berita Kampus

April 15, 2020

UJIAN TERBUKA- Dr. Angga Indra Kusuma, M.Pd (enam dari kiri) dosen Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya foto bersama dengan para dewan penguji usai sidang disertasi di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.

Surabaya- Akhir-akhir ini prestasi bulu tangkis di Indonesia cenderung menurun. Salah satu faktor penyebabnya adalah kondisi fisik atlet bulu tangkis Indonesia yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan atlet dari luar negeri. Contohnya, dalam kejuaraan Thomas Cup dan Uber Cup, tim Indonesia sudah lama tidak tidak juara. Tentu saja, hal ini mulai menggelitik para pelatih untuk melakukan berbagai latihan fisik tambahan guna meningkatkan kondisi fisik atlet agar tidak cepat drop baik dari segi kualitas fisik maupun psikisnya. Hal inilah yang mendorong Dr. Angga Indra Kusuma, M.Pd, dosen Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya mengangkat kasus ini dalam penelitian disertasinya.

Angga mengatakan, penelitiannya ini menggunakan metode quasi eksperimen tentang peningkatan kondisi fisik (power, vo2 max, agility, anaerobic threshold, dan coordination) melalui program latihan jump rope dan high jump dengan interval 1:1 dan 1:2. Jadi, yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu mengkaji jenis dan model latihan manakah yang paling efektif untuk dapat meningkatkan kondisi fisik atlet dalam bermain bulutangkis.

Istimewanya, dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Latihan Jump Rope dan High Jump dengan Interval 1:1 dan 1:2 terhadap Peningkatan Power, Vo2 Max, Agility, Anaerobic Threshold, dan Coordination. Angga berhasil meraih gelar doktor pendidikan olahraga dengan predikat istimewa yakni dengan pujian (A) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada pertengahan bulan Maret lalu usai berhasil mempertahankan hasil penelitiannya dihadapan para dewan penguji di Gedung Pascasarjana.

Penelitiannya kali ini menghasilkan beberapa teori baru yaitu dengan menggunakan latihan jump rope ataupun high jump dengan interval 1:1 menggunakan beban individu, dapat mempertahankan denyut nadi di antara 170-190  denyut per menit, sehingga latihan ini cocok untuk menjadi stimulan supaya keadaan denyut jantung sama bahkan lebih tinggi dari saat dalam permainan bulutangkis yang sebenarnya. Dengan demikian latihan ini dapat dipakai sebagai salah satu menu latihan atlet terkait kondisi fisik atlet agar kondisi fisik atlet dapat meningkat signifikan.

Penelitian ini menggunakan multidisiplin ilmu, mulai dari ilmu kepelatihan, kesehatan, dan  biomekanika untuk melakukan penelitian peningkatan kondisi fisik. Angga berhasil menyelesaikan risetnya sekitar 3 (tiga) bulan. Dia mengatakan, sebelum dan sesudah program latihan terdapat peningkatan kondisi fisik yang signifikan dengan menggunakan program latihan jump rope dan high jump dengan interval 1:1 dan 1:2 yang dilakukan pada atlet bulu tangkis Nikko Steel Kota Malang.

Menurutnya, dari penelitian yang dilakukan bisa sangat membantu para pelatih dalam meningkatkan kondisi fisik para atlet. Dengan adanya penelitian ini para pelatih sudah tidak perlu bingung lagi mencari referensi yang tepat untuk meningkatkan kondisi fisik atlet khususnya untuk atlet putra dengan usia 15-17 tahun.

Dia menegaskan, kendala yang dialami cenderung pada belum dikarantinanya atlet. Oleh karena itu, peneliti tidak dapat mengontrol kegiatan dan nutrisi subjek penelitian yang bisa saja memberikan kontribusi lain. Angga menyarankan penelitian berikutnya agar melakukan penelitian pada atlet yang diasramakan. “Selain itu, pada penelitian ini terfokus pada atlet pria saja sehingga ke depan bisa memakai populasi atlet wanita sehingga hasilnya bisa dibandingkan,”terangnya.

Dia menambahkan, untuk mengembangkan power dapat dipakai latihan high jump dengan interval 1:2; untuk meningkatkan VO2 max dapat menggunakan latihan jump rope dengan interval 1:1; untuk meningkatkan agility dapat menggunakan latihan high jump 1:1; untuk meningkatkan anaerobic threshold dapat menggunakan latihan jump rope dengan interval 1:1; untuk meningkatkan coordination dapat menggunakan latihan jump rope dengan interval 1:1. (nr)

 


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya