Simbolis: Wakil Rektor III Unipa Drs Pungut Asmoro ST MT menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peseta lomba LMG di kampus Unipa Surabaya.
Menanggal- Sebanyak 558 regu tingkat penggalang se-Jawa Timur saling beradu skill dalam ajang Lomba Medan Galang (LMG) yang diselenggarakan oleh Pramuka Racana Dharma Pandu Pangkalan Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Sabtu, (20/4). Mereka memperebutkan Piala Rektor Unipa.
Ajang lomba bergengsi tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Unipa Drs Pungut Asmoro ST MT. "Gerakan Pramuka akan tetap menjadi kegiatan pendidikan karakter paling bagus dan ini sudah terbukti,"ujar Pungut di depan ratusan peserta.
Pungut menjelaskan, keberadaan Pramuka di tengah masyarakat modern dan globalisasi tidak akan pernah tergantikan. Gerakan kepanduan ini akan selalu hidup dan subur ditengah masyarakat.
Menurut dia, secara formal di sekolah-sekolah sudah otomatis dan sangat paham bahwa Pramuka itu pendidikan karakter yang tidak bisa ditinggalkan. Nah, lewat Racana Dharma Pandu Pangkalan Unipa Surabaya, Pramuka di Gudep 493-494 secara rutin dari tahun ke tahun selalu menyelenggarakan acara-acara yang bisa menjadi muara pembinaan Pramuka di tingkat sekolah baik penggalan atau di atasnya.
Selama ini, kata Pungut, kegiatan kepramukaan di Unipa dilaksanakan berselang-seling. Untuk tahun ini digelar LMG dan tahun depan Brigade Penolong.
Dia menekankan, Pramuka Unipa ingin memberikan penghargaan kepada adik-adik Pramuka supaya tidak hanya latihan saja melainkan juga berkesempatan untuk beradu skill. Bukan masalah menang atau kalah, tetapi bagaimana bisa berkumpul dengan teman pramuka dari sekolah lain.
Ada delapan lomba yang harus diikuti setiap regu, yaitu pioneering, kolonel tongkat, scoutchef, cerdas cermat, story telling, poster, ketangkasan, dan SMS ( Sandi Morse Semaphore). Yang terbaik dalam lomba akan memenangkan piala bergilir rektor yang tahun lalu diraih oleh Mts hidayatut thullab Sampang, Madura.
Galuh Aditya, peserta dari SMP Negeri I Surabaya, menilai kegiatan ini sangat menarik dan menantang khususnya SMS yang cukup sulit. "Regu kami mempersiapkan kurang lebih dua minggu,"terangnya.
Menurut Galuh, di era sekarang kegiatan Pramuka penting agar para murid bisa saling beradu skill. Apalagi materinya sangat berguna sebagai bekal ke depan.