
BERLATIH: peserta workshop saat melakukan praktik langsung.
Surabaya- Sebanyak 63 sekolah di Surabaya mengikuti Workshop Pembelajaran Fisika Berbantuan Spreadsheet dan Javascript serta Pengenalan Sains dan Teknologi Terkini (Nanosains dan Nanoteknologi) Bagi Guru-Guru Fisika di Surabaya yang diselenggarakan oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kegiatan ini bekerjasama dengan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Ditemui di sela-sela workshop yang selenggarakan di ruang teater kampus II Unipa Dukuh Menanggal, Dr. rer. nat. Sparisoma Viridi narasumber dari ITB mengatakan, workshop ini khusus mengajarkan guru-guru bahwa salah satu piranti lunak yang sering dipakai salah satunya spreadsheed berbasis excel dapat dimanfaatkan untuk membantu pembelajaran fisika.
Kami ajarkan cara membuat grafik yang paling dasar yang bisa dianimasikan contohnya gelombang, dengan menggunakan Excel gelombang bisa bergerak. Menurutnya, salah satu kendala siswa mengerti gelombang karena yang ditampilkan di buku hanya berupa foto atau gambar saja, jadi proses pergerakannya tidak kelihatan namun dengan kekuatan Excel dan Power poin hal ini bisa ditunjukkan, sehingga siswa dapat melihat proses dinamikanya dan akan lebih mudah mengerti konsep gelombang itu sendiri.
Selama tiga hari mulai dari 27-29 April 2018, ada empat narasumber yang dihadirkan dari ITB yakni Dr. rer. nat. Sparisoma Viridi, Dr. Eng. Dwi Irwanto, Dr. Trianti Dewi Kencana Wungu, dan Irfan Dwi Aditya, S. Si., M. Si. "Mereka akan memaparkan berbagai materi terkait Nanosains dan Nanoteknologi, spreadsheet berbasis excel, penerapan aplikasi excel untuk pembelajaran fisika gelombang, rangkaian listrik RLC, distribusi kalor dan pengolahan nilai, serta program JavaScript, terang Irfan Rifai, Ph. D Kepala Lembaga Hubungan Internasional Unipa.

Menurut Sparisoma peserta tidak hanya dijejali dengan teori tetapi mereka juga langsung praktik di laptop masing-masing. Bahkan, bagi peserta yang sudah memiliki kemampuan dalam hal ini kami minta sebagai tutor dengan alasan setelah pelatihan ini bisa menjadi tutor bagi yang lain bekerjasama dengan MGMP dan tidak bergantung pada kami.
"Kabar baiknya, jika ingin memperlajari lebih lanjut bisa langsung datang ke ITB kami membuka gratis untuk ini bahkan bisa experiment di sana, terangnya.
Para guru fisika di Indonesia belum menerapkan teknologi ini dalam pembelajaran fisika. Hal ini dibenarkan oleh Sparisoma. Oleh karena itu, hal dasar yang harus diketahui adalah konsep fisika secara benar selanjutnya bagaimana memanipulasi sel-sel di excel,"tambahnya.
Dia mengatakan, setelah belajar teknologi ini para guru dapat membuat media pembelajarannya sendiri. Dengan begitu dapat meningkatkan kualitas peserta didik. Menurutnya, teknologi ini tidak dapat dipungkiri jika kita menutup mata maka akan tertinggal. "Nantinya, banyak industri asing yang datang ke Indonesia oleh karenanya kita harus bisa bersaing, tegasnya.