MELIHAT MONEV MAGANG III DI SD KEBON DALEM MOJOSARI SAMBIL MERESMIKAN MOBIL PINTAR BERPUTAR
Hingga saat ini Monetering dan evaluasi kegiatan Magang III sudah beralangsung hingga ke IV. Sebanyak 18 orang mahasiswa yang diterjunkan di tiga sekolah dasar, antara lain SD Wono Kusumo, SDN Belahan Tengah dan SD Kebon Dalem, yang saat ini digunakan tempat MONEV.
Pada kesempatan memberikan sambutan sebagai laporan DR. Agung Pramudjono MPd mewanti-wanti para mahasiswa peserta untuk menjaga nama baik universitas dengan menjunjung tinggi kedisiplinan. Menurut Ketua UPT PPL ini, yang akan datang akan diperluas, karena tahun depan akan diikuti oleh Prodi Tata Boga, Tata Busana dan Tata rias. Rencana PPL Tahun depan akan dikembangkan ke beberapa kota. Pengembangn wilayah itu ditujukan pada sekolah sekolah SMK Diingatkan pula dalam sambutannya agar mahasiswa tidak lupa untuk melakukan Pengambilan data penelitian, karena magang III ini diupayakan pengambilan data rampung saat magang III usai.
Pada kesempatan MONEV tersebut Drs Tunggul MPd kepala sekolah SD Kebon Dalem memberikan pengarahan, dengan menekankan agar kegiatan magang ini tubuh ide ide yang baik, sehingga dalam dikenang dalam kehidupan.Konsep mikir yang disentuhkan dengan model pembelajaran Pakem. Kata kepala sekolah yang juga lulusan pascasarjana unipa ini, komunikasi efektif harus dilakukan. Dalam konsep mikir ini, mahasiswa magang III, setiap
Mahasiswa harus membuat rancangan konsep mikir. Membuat peraga adalah hal yang tidak boleh ditawar di SD yang menjadi rujukan SD sekitar ini, lalu ditekankan bahwa startegi konsep mikir anak itu, mahasiswa magang harus wajib membuat alat, dan dihindari jangan tergantung alat peraga dari Pemerintah. Buat alat peraga dari BABEKU
Sekolah yang pernah mendapat bantuan dana dari UNICEF dan UNESCO untuk menerapkan MBO managemen base school. Sekolah ini sangat meyakini bahwa Alat peraga merupakan hal yang penting, karena peraga akan mendekatkan siswa dengan objek sesungguhnya dan menarik perhatian sehingga konsentrasi siswa akan terkendali. Program Biotrop adalah program yang sedang digeluti sekolah ini, dapat bantuan dari Dirjen. Kini juga akan dikembangkan kantin sehat. Terkait dengan program biotrop ini, dilakukan penanaman pohon cincau. Diungkapkan pula bahwa Dirjen telah mendanai untuk Kantin sehat. Kemudian Gerakan Literasi sekolah juga digalakkan di sekolah ini. Belajar di gazebo (out door) sekaligus program membaca di taman juga rutin dilakukan. JUMAT BERSHOLAWAT dan kegiatan SABTU BERSATU merupakan kegiatan unggulan, bentuk kegiatannya antara lain senam dan kegiatan memburu sampah. Kegiatan pendidikan yang Menarik lainnya adalah panggung boneka dan membaca buku besar. Sekolah ini juga dipenuhi poster ajakan kebaikan. Dokumentasinya yang sangat lumayan bagus, misalnya dokumen portofolio siswa. Penguatan karakter antara lain religi, integritas, mandiri dan gotong royong.
Pada kesempatan itu juga diresmikan mobil PINTAR BERPUTAR yang cenderung pada pola agar siswa senang membaca. Mobil dirancang seperti Soedibyo tapi beroda 4, anak anak serasa bermain sambil membaca.