Berita Kampus

June 09, 2017

KONSULTASI: Dr. Harwantosaatkonsultasi proposal pada Prof Sukardiman

 

Sebanyak 27 judul penelitian dari berbagai macam skema yang diusulkan dari berbagai macam Program Studi (prodi) dikonsultasikan dalam pertemuan yang bertajuk “Klinik Proposal Penelitian Hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2018”. Acara yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI AdiBuana (Unipa) Surabaya, berlangsung di gedung Soelaiman Joesoef, Kampus II Unipa Dukuh Menanggal, Senin, 5 Juni 2017.

 

Klinik proposal yang diselenggarakan setiap tahun oleh LPPM Unipa Surabaya bertujuan untuk menghasilkan proposal yang lebih baik sebelum di upload karena proposal yang baik mempunyai kesempatan lebih besar untuk diterima dan didanai. Untuk itu, menghadirkan Prof. Dr. Sukardiman dari Universitas Airlangga Surabaya yang juga memberikan kiat-kiat keberhasilan dalam penelitian.” Ungkap Kepala LPPM Unipa Surabaya Dr. Dra. Sukarjati., MKes.

 

Menurut Sukarjati, dengan adanya klinik proposal perolehan jumlah judul maupun pemerolehan dana hibah selalu naik dari tahun ke tahun. Buktinya, tahun 2016 lalu bias mencapai Rp 1,6 miliar kemudian naik perolehan pendanaan di tahun anggaran 2017 menjadi 2,8 miliar. Selain itu, jumlah judul juga ikut meningkat. 

 

Klinik ini juga sangat penting dikarenakan perubahan kebijakan dalam penyusunan proposal dari panduan edisi X ke edisi XI. Berkaitan dengan perubahan tersebut banyak hal yang harus dipahami para dosen. Karena penelitian yang tadi nyamasuk kategori desentralisasi sekarang masuk sentralisasi missal penelitian dosen pemula. Kemudian banyak penelitian yang digabungkan misal di Stranas. Stranas merupakan gabungan yang sekarang penelitian itu tidak ada produk terapan yang dulu hibah bersaing, MP3EI yang digabung ke stranas,” jelas Sukarjati.

 

Sukarjati mengatakan, ada tiga jenis penelitian yaitu penelitian dasar, terapan, dan pengembangan. Saat ini penelitian tersebut pendanaannya mengacu pada PMK 106 tahun 2016 yaitu berbasis standar keluaran SBK. Jadi, mulai tahun 2017 sudah tidak lagi diribetkan dengan urusan administrasi keuangandan SPJ penelitian.

 

“Sekaran gini berdasarkan SBK standar biaya keluaran tagihan utama yakni luaran penelitian

di mana masing-masing skema punya luaran wajib yang tertera dalam panduan edisi XI. Laporan dan luaran wajib itu yang harus dipertanggung jawabkan peneliti dengan penerimaan dana yang disetujui,” terangnya.

 

Seluruh program studi di Unipa Surabaya berkontribusi dalam mengikuti hibah karena berpengaruh terhadap publiksi dan kenaikan jabatan akademik. Akan tetapi bagi yang tidak diterima di hibah RPM akan difasilitasi di hibah Adi Buana.

 

Kepala LPPM Unipa itu berharap bias naik kelas dari kelas madya ke kelas utama. “Semoga bisa tercapai di tahun 2019 mendatang karena apabila kelas utama dicapai selain perolehan hibah lebih besar, kewenangan juga tidak seperti pada madya,’ imbuhnya.

Sementara itu, Sukarjati pihaknya mengungkapkan tantangan di klus terutama penilainnya pada kinerja penelitian mulai SDM, manajemen, dan luaran yang meliputi (publikasi, paten, buku, teknologi tepat guna, dan prototipe). Tidak hanya Unipa tetapi semua universitas juga bersaing untuk bias naik kelas tersebut.



Connect with us:


Copyright © 2020 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Pmb Adi Buana
  • Promosi