
FOKUS: Peserta lomba sepak takraw persiapan melakukan passing bola takraw
Surabaya- Rektor Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Drs, Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA. Kemarin membuka Kejuaraan Nasional Sepak Takraw “Rektor Cup 2017” yang di gelar Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), di Gelora Hasta Brata Adi Buana Kampus II Dukuh Menanggal. Dalam sambutannya, Djoko AW mengungkapkan akan terus memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga karena ini dinilai sangat positif, yang dapat memunculkan atlet-atlet yang berkualitas.
Dalam pembukaan acara dimeriahkan oleh beberapa penampilan dari mahasiswa PKO, Arsadewa, dan Pasyaraka ( Seksofon Performer) berkolaborasi dengan Pudjianto ( Keyboard) dan Bonesandrion ( salah satu mahasiswa Pko peraih medali perunggu dalam cabor karate pada even porsenasma Palembang yang lalu).
“Sepak Takraw event kejuaraannya masih kurang, baik di nasional, provinsi, maupun daerah-daerah. Oleh karena itu, Unipa bekerjasama dengan PSTI ( Persatuan Sepak Takraw Indonesia) Jawa Timur menggelar Kejurnas Sepak Takraw Cup yang pertama”, ungkap Moh. Hanafi, M.Pd selaku Ketua Pelaksana.
Hanafi menambahkan, selain mencari bibit atlet untuk Indonesia, Kejurnas ini untuk memberikan kontribusi kepada Sepak Takraw secara nasional.
Dalam lomba ini terdapat 17 regu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Gorontalo, Kab. Sampang, Universitas Negeri Surabaya, Klub Bola Rotan, Kab. Sidoarjo, Universitas Hula Oleo Sulawesi Tenggara, Kab. Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan, Kota Probolinggo dan Pamekasan.
Menurut Hanafi, fasilitas yang dimiliki Unipa berstandar Internasional dengan ketinggian, lebar dan parkit memenuhi untuk lomba sehingga sudah layak Unipa menjadi tuan rumah dalam pengembangan olahraga budaya Indonesia Sepak Takraw.
Lomba ini diadakan selama 3 hari mulai dari tanggal 15 s.d. 17 Mei 2017. Hari pertama, kedua dilakukan babak penyisihan dan hari ketiga semifinal dan final. Lomba ini diambil juara I, II, III bersama. “Kami berharap kedepan bisa menyelenggarakan tidak hanya putera tetapi puteri dengan berbagai kategori usia,” tandas Hanafi. (*)