Berita Kampus

March 03, 2017

KOMPAK: Drs. Djoko Adi Waludjo, ST.,MM., DBA (dua dari kanan) didampingi camat Nuryadi, S.Pd., MM (dua dari kiri), Kapolri dan Koramil Kecamatan Benjeng

 

SURABAYA-Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya melakukan penarikan 1600  mahasiswa yang tengah melakukan KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) di Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Prambon pada 1 Maret 2017. Penarikan ini langsung oleh Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA. Dalam KKN-PPM berbagai program pemberdayaan masyarakat dilakukan mulai dari pembelajaran sablon, APE (Alat Peraga Edukatif), batik jumput, olahan toga, taman toga, daur ulang (bank sampah), peta pendudukan online, pemasaran online, sanitasi air dan ditutup dengan jalan sehat bersama warga desa.

Penarikan mahasiswa terasa istimewa. Di Kecamatan Benjeng dihadiri oleh pejabat setempat, seperti Camat, Kapolsek, dan Koramil dari Kecamatan Benjeng. Selain itu, Rektor Unipa Surabaya, Kepala LPPM Unipa Surabaya dan Dosen Pembimbing Lapangan juga turut hadir. Dalam kegiatan penutupan juga digelar display (paparan) hasil dari program mahasiswa selama kegiatan KKN-PPM yang membuat suasana menjadi lebih meriah.

Saat pembukaan Djoko mengatakan, bahwa sekolah kehidupan yang sebenarnya adalah masyarakat. Jadi, selama sebulan mahasiswa melakukan KKN-PPM diharapkan dapat mengambil pelajaran dan pengalaman berharga. Di samping kegiatan ini dapat menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk merespons berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.

“Alhamdulillah, 75 persen program yang digagas telah dilaksanakan,”kata Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes Kepala LPPM Unipa Surabaya. Menurut Sukarjati KKN-PPM Unipa Surabaya mengusung program pemberdayaan masyarakat bukan untuk membangun sesuatu. Dalam kesempatan itu, Kepala LPPM Unipa Surabaya tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada camat, perangkat desa, dan tokoh masyarakat yang telah memberikan arahan pada mahasiswa sehingga program bisa berjalan lancar.  

Sementara itu, Nuryadi, S.Pd., MM Camat Benjeng berharap mahasiswa punya komitmen cara mengatasi banjir. Jadi, ini bukan akhir tapi awal dari pemikiran baru bahwa harus ada solusi ke depan tentang mengatasi masalah banjir ini. Nuryadi juga berpesan bencana banjir saat KKN-PPM bukan menjadi trauma tapi harus jadi semangat. Karena, bukan hal yang terbaik yang penting tapi mampukah kita berbuat baik,”terang Nuryadi. Selain itu, mahasiswa harus  dapat bangun komunikasi dengan siapa pun, hal itu terkait materi kehidupan dan membaca peluang ke depan.

Program pengabdian masyarakat  yang mengambil tema “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Lokal” memberikan kesan mendalam tidak hanya pada mahasiswa tetapi juga pada dosen pendamping lapangan, dan juga masyarakat yang ditempati lokasi KKN-PPM. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sini, salah satunya hidup bersosialisasi,”terang Charis Eko P dari Prodi PGSD 2013. “Bekal dari organisasi yang saya peroleh di HIMA sangat berguna untuk mengkoordinir kegiatan-kegiatan di desa,”terangnya.

Sukarjati mengungkapkan, kegiatan KKN-PPM tahun ini berakhir dengan luar biasa. Namun, sayang sekali meninggalkan sepenggal kisah duka dari ananda M. Ibrahim Al-Fandry yang berpulang ke rahmatullah karena sakit yang dideritanya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,”terang Sukarjati.

Unipa Surabaya akan terus melakukan pengabdian kepada masyarakat karena ini dapat membantu mahasiswa mengembangkan dirinya dan belajar untuk hidup bermasyarakat. Saat di kampus mahasiswa belajar berbagai macam teori dan ketika di lapangan saatnya buat praktik dari apa yang dipelajari,”ungkap Sukarjati.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya