Berita Kampus

February 17, 2017

Simbolis: lurah Tulangan A Fadil melakukan penanaman pohon toga didampingi Dekan Kebidanan Unipa Yefi Maliandiani, SST., MKes

SURABAYA-  Prodi D-III Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)  Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melakukan kegiatan yang bertajuk pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Grinting Kecamatan Tulangan Sidoarjo. Pada kesempatan ini, Yefi Maliandiani, SST., M.Kes Dekan FIK bersama Supartini, SKM., M.Pd dan Damarati, SKM., M.Pd. dosen FIK Unipa Surabaya memberikan pelatihan khusus mengenai  pengobatan tradisional kepada warga di wilayah tersebut. Acara ini berlangsung pada Selasa, (7/2) Kemarin. 

“Kami mengangkat teman “Pemberdayaan Pada Masyarakat Melalui Teknik Pengobatan Tradisional, dengan Herbal Medicine, Akupressure, serta Penanaman Toga”. Jadi, ada tiga kegiatan yang terangkum. Untuk pemberian wawasan dan demo herbal medicine dilakukan di salah satu rumah warga melalui sebuah tayangan. Hal itu, untuk memudahkan warga memahami materi yang sudah disiapkan.  Pada alur ini warga akan belajar banyak tentang jenis, manfaat dan cara mengolah. Sedangkan Akupressure dilakukan dengan praktik langsung cara pijat bayi yang benar,”terang Yefi.

Yefi mengatakan, akan terus melakukan pembinaan dan pembimbingan secara berkala tidak hanya pada dosen tetapi juga mahasiswa agar mereka memiliki keahlian khusus selain sebagai bidan. Karena, keahlian tersebut akan sangat berguna ketika sedang melakukan PKL (Paktik Kerja Lapangan) seperti sekarang ini.

Untuk sekarang ini, kegiatan edukasi kesehatan fokus di Kecamatan Tulangan Sidoarjo, lantaran MOU yang sudah dilakukan dengan Dinas Kesehatan selama 5 (lima) tahun di daerah Tulangan. Nantinya, kami akan kerjasama dengan puskesmas-puskesmas di sana, terangnya.

 Alhamdulillah, kemarin dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Tulangan Sidoarjo dr. Dina Mariana Manik dan A. fadil lurah Tulangan. Mereka turut melakukan simbolis penanaman toga di wilayahnya. Ada 25 jenis pohon toga yang ditanam, seperti Sambung nyawa, dilem, sirsak, binahong hijau dan merah, kemangi, yodium, bidara putih, salam, jeruk nipis, kumis kucing, sambiloto, sambang dara, sirih, sarap, lidah buaya, dan sebagainya. Sebagaimana kita ketahui pohon tersebut sebenarnya mudah dijumpai.

“Salah satu pohon itu sangat berguna untuk menyembuhkan TBC dan paru-paru, seperti yang saat ini menjadi keluhan warga di sana. Tanaman ini bisa dimanfaatkan tidak mahal dan mudah dicari. Cara pengolahannya dengan dikeringkan, dihaluskan, lalu dengan tambahan sedikit madu maka bubuk bisa dibulatkan seperti kapsul. Jika diminum setiap hari banyak khasiatnya salah satunya untuk menyembuhkan sakit paru-paru atau TBC.”Ungkap Yefi.

Menurut Yefi, kegiatan ini juga sebagai salah satu aplikasi dari visi ketiga kebidanan sendiri, yakni bekerjasama dengan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat agar mampu mengenal dan mengolah serta melakukan pengobatan kepada keluarga dengan cara-cara sederhana. Seringkali, menjadi pertanyaan kenapa obat tradisional bukan kimia karena obat tradisional efek sampingnya bisa dibilang tidak ada, murah, dan mudah dijangkau daripada obat kimia yang cenderung mahal. Hal ini, sesuai dengan kondisi perekonomian warga saat ini.

Ke depan, kami akan melakukan inovasi-inovasi yang lain dalam hal pengolahan batra ini. Oleh karena itu, kami terus melakukan penelitian dan juga pelatihan agar dapat menemukan cara baru dalam menjalankan hidup sehat tanpa BKO (Bahan Kimia Obat). Selain itu, lulusan kebidanan Unipa Surabaya harus mempunyai keterampilan khusus termasuk dalam pemanfaatan bahan-bahan yang ada di sekitar,”ungkap Yefi.


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya