
BANGGA: H. Sutijono mendapat penghormatan dari wali mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur
SURABAYA- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya patut berbangga dengan prestasi yang telah dicapai. Mendapatkan anugerah sebagai Kampus Unggul dan Unggulan PTS Predikat Utama dilingkungan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur itu luar biasa dan patut disyukuri. Adi Buana Surabaya mendapatkan urutan ke 10 dari 327 Perguruan Tinggi di Jatim. Tingkat “Universitas” Adi Buana Surabaya mendapatkan peringkat PTS urutan ke 8. Sedangkan untuk prestasi empat bidang mendapatkan urutan ke 28. Anugerah ini berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah VII Nomor: 061/K7/KL/2015 tanggal 11 Mei 2015. Menurut H. Sutijono Rektor Unipa Surabaya apa yang dicapai tak luput dari doa dan kerja keras seluruh elemen yang ada di Unipa Surabaya. Semoga prestasi ini juga dapat menjadi ujung tombak bagi wisudawan Unipa Surabaya untuk meningkatkan semangat berkarya dan berprestasi. Sabtu, (23/5)
Anugerah ini diberikan kepada Perguruan Tinggi di lingkungan Kopertis Wilayah VII yang berupaya meningkatkan prestasinya pada bidang Kelembagaan dan Kerjasama, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Serta Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Dwi Retnani menambahkan bahwa penilaian ini baik untuk mengetahui bagaimana Perguruan Tinggi itu berkinerja dan dari sana kita bisa mendeteksi dimana kelemahan kita. Untuk itu soft skill mahasiswa itu perlu dipikirkan dan juga pengetahuan dosen pengajarnya.
Menurut Dwi Retnani Dekan FKIP Unipa Surabaya wisuda kali ini adalah wisuda lanjutan atau kedua untuk semester ganjil tahun 2014/2015 dengan jumlah wisudawan 257 dari berbagai jurusan kecuali MIPA. Sebenarnya ini adalah tanda atau indikator bahwa semakin banyak mahasiswa yang lulus ujian tepat waktu. Pada kesempatan kali ini Unipa kembali menggunakan “Gelora Hastabrata Adi Buana” sebagai tempat prosesi wisuda mahasiswa. Artinya tidak hanya Unipa tetapi mahasiswa juga patut berbangga karena bisa menempati gedung sendiri.
Selain itu, Dwi Retnani menghimbau agar kedepan bisa digagas kembali mengenai kriteria mahasiswa berprestasi yaitu untuk bidang akademik dan non akademik. Sehingga, ini akan membuka kesempatan kepada mahasiswa.
Namun, dikalangan mahasiswa masih hangat dibicarakan mengenai PPG (Pendidikan Profesi Guru). Saat ini PGRI sedang memperjuangkan PPG terintegrasi dilakukan pemerintah. Dengan harapan bahwa yang kuliah dikeguruan bisa mengalami PPG. Upaya tersebut semoga mendapat sambutan yang baik dari pemerintah sehingga semua bisa mendapatkan kesempatan.” Terang Dwi Retnani.
“Unipa sendiri, sudah persiapan untuk meraih kesempatan ditugasi pemerintah menyelenggarakan PPG. Dwi Retnani menegaskan sebelumnya sudah ada dua Prodi yaitu PGSD dan Bahasa Indonesia yang mendapat izin, tetapi hal itu perlu dikaji ulang atau diverifikasi kembali seiring dengan pergantian pemerintahan yang baru.
Selanjutnya, ada beberapa persyaratan dalam pelaksanaan PPG sendiri. PPG yang ideal itu sesungguhnya untuk membangun karakter para guru. Untuk itu, kuota mahasiswa dibatasi, memiliki asrama, memiliki sekolah laboratorium. Tentunya, Unipa Surabaya sudah memikirkan tentang hal tersebut.
Dwi Retnani menghimbau agar wisudawan tidak perlu resah dengan apa yang terjadi yang penting nikmati prosesnya dengan baik, jalani dan lakukan sebagai wujud pengabdian. Insyaallah, ada hal yang dapat diambil pelajaran.