
EKSPRESI: salah satu model model sedang menunjukkan ekspresinya di atas panggung.
SURABAYA- Berkejar dengan waktu, itulah yang sedang dialami para mahasiswa Tata Rias Unipa Surabaya dalam gelar cipta karya. Mereka berusaha menampilkan yang terbaik agar mendapat apresiasi dari dosen pengampu mata kuliah tata rias Atiek Prasetyo dan juri penilai. Para peserta ini dibagi dalam 2 katagori yaitu make up fantasi dan karakter dari 48 mahasiswa yang menampilkan make up fantasi 25 orang dan make up karakter 23 orang yang bertajuk “The Art of Imagination”.
Ninik Dyah terus berusaha memoleskan cat ketubuh modelnya, karakter yang akan dia tonjolkan tentang manusia pohon. Dia terinspirasi dari illegal loging yang marak terjadi saat ini. Warna coklat dan hijau yang menjadi pilihannya agar karakter pohonnya kuat. Berbeda dengan Nuril yang terinspirasi dari keindahan taman laut nasional bunaken. Untuk itu, dia mendominasi warna biru untuk tubuh modelnya dengan balutan kostum mewah berwarna oranya dan bermahkota dilengkapi dengan sayap. Nampak mewah dan kreatif.
Untuk make up fantasi Anita memilih untuk mengeksplor pengemis tua yang biasa ada dijalan-jalan. Make up yang ditonjolkan dan luka yang dibuat benar-benar menyerupai pengemis tua. Selain itu masih banyak sekali karya mahasiswa tata rias yang ditampilkan seperti putri duyung, kupu-kupu, manusia belalang, manusia tengkorak, dan masih banyak lagi karya yang ditampilkan di grand city mall Surabaya kemarin. (24/6)
Widodo Warek IV mengaku sangat bangga dengan kreatifitas yang ditunjukkan oleh mahasiswa Tata Rias Unipa Surabaya. Pada event Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) kemarin mahasiswa dari Tata Busana juga turut berpartisipasi memeriahkan dalam parade budaya bunga yang juga mendapat apresiasi dari masyarakat maupun WaliKota Surabaya Tri Rismaharini. Tak ketinggalan mahasiswa Tata Boga juga telah menggelar kreasi menu. Untuk itu, semoga mahasiswa lebih kreatif dan inovatif kedepannya.
Menurut Atiek Prasetya dosen pengampu mata kuliah, make up fantasi dan karakter itu berbeda. Fantasi lebih mengarah ke imajinasi wajah dan body painting sedangkan karakter engarah kepada karakter tertentu. acara ini diselenggarakan guna memenuhi tugas akhir mata kuliah sebagai salah satu syarat kelulusan. Untuk itu mereka harus bisa menggelar cipta karya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kreatifitas, proesionalisme, dan inovatif mahasiswa. (rohma)