Berita Kampus

June 06, 2013

Banyak orang menilai pembelajaran matematika tidak bisa membentuk karakter siswa untuk berperilaku baik masyarakat. Sebagai Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Universitas PGRI Adibuana (Unipa) Surabaya mempunyai peran penting dalam mencetak lulusan agar memiliki kualitas yang baik dan berkarakter .

                ''Kita ingin para lulusan Unipa (khususnya jurusan matematika, red) dapat mengajarkan nilai-nilai karakter kepada siswa di sekolah,'' ujar Wakil Dekan III, Sunyoto Hadi Prayitno MPd, saat ditemui di acara Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Sabtu (5/5) .

                Pria kelahiran Ponorogo ini menjelaskan, dalam pembelajaran matematika banyak nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam membentuk karakter siswa, diantaranya adalah adalah nilai kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab. Menurutnya, dengan nilai kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab guru dapat menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran matematika.

                ‘’Jadi jangan dibayangkan pelajaran matematika hanya melatih pengetahuan (kognitif) saja, melainkan sikap (afektif) dan psikomotor (psikomotor) juga turut diperhatikan,’’ jelasnya.

                Lebih lanjut bapak tiga anak ini mengungkapkan, pada pembalajaran matematika guru dapat menerapkan nilai kedisipilnan pada materi Algoritma, dimana dalam penyelesainya siswa tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah atau soal jika tidak disiplin. ‘’Jadi pengerjaannya harus urut dan tidak bolah meloncat-loncat. Dan jika dikerjakan tidak urut maka siswa tidak akan mendapatkan jawaban yang benar,’’ucapnya.

                Sedangkan untuk pembentukan nilai kejujuran, maka siswa harus dilatih untuk menjawab soal dengan cara yang jujur. ‘’Artinya jika siswa mengerjakan soal berhitung 4 + 4, maka siswa harus menjawab 8. Jika tidak dijawab 8, maka jawaban siswa tersebut salah. Dan ini yang membedakan antara pelajaran matematika dengan IPS. Jika pelajaran IPS 4 + 4 tidak harus 8 karena tergantung pada kontek dan permasalah yang dihadapinya ,’’ tambahnya.

                Selain itu untuk pembentukan nilai tanggung jawab, ujar Sunyoto, dapat dilakukan ketika siswa selesai mengerjakan soal. Menurutnya, siswa menjelaskan jawaban-jawaban yang telah dikerjakannya. ‘’Jadi siswa harus mampu menjelaskan dari mana jawaban itu diperoleh, apa dari cara menghitung sendiri atau minta siswa lain (mencontoh, red),’’ terangnya.

                Kedepan Sunyoto meminta dengan diterapkannya pendidikan karakter pada pelajaran matematika diharapkan dapat membentuk siswa agar berperilaku disiplin, jujur dan bertanggung jawab. ‘’Saya yakin jika semua guru matematika paham bagaimana cara mengajarkan matematika dengan benar, maka pembentukan karakter pada siswa akan terbentuk dengan sendirinya,’’ ucapnya dengan nada mantap ini.

                Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Surabaya, Bambang Dwi Hartono MPd mengatakan, dalam pembejaran matematika diharapkan guru tidak hanya mampu menyapaikan materi matematika saja, melainkan guru dituntut untuk dapat menyalurkan nilai-nilai atau sikap baik kepada siswanya. ''Guru tidak saja mengajari bagaimana berhitung dengan benar, melainkan guru harus mampu memberikan contoh atau tauladan kepada siswa,’’ ujar Wali Kota Surabaya ini. dna


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya