Berita Kampus

June 04, 2013

KOMPAK: Foto bersama narasumber Sujiwo Tejo dan Shoim Anwar didampingi Rektor Unipa (Drs. H. Sutijono, M.M), Wakil Rektor IV (Drs. Widodo ST Mkom,), Kaprodi beserta dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. 

SURABAYA- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, menggelar Kemah Sastra Orientasi dan Preservasi Kesusastraan Indonesia di kampus Unipa Menanggal Gedung Ekonomi Lt 3 & 4, Sabtu - Minggu (1-2/6). Dalam kemah sastra yang bertajuk budaya dan sastra ini menghadirkan para narasumber pakar pendidikan sastra dari berbagai aliran. Mereka  antara lain Dr. Zawawi Imron, Sujiwo Tejo, Dr. M. Shoim Anwar, M.Pd, dan Abidah El Khalieqy. Kemah sastra ini fokus membicarakan tentang sastra dan budaya.

Peserta yang menghadiri acara tersebut sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan (umum) diantaranya para alumni, mahasiswa dari berbagai jurusan, masyarakat luar dan dalam kampus Unipa. Acara yang digelar selama dua hari ini berlangsung sangat meriah, terang Sunu Catur menambahkan kegiatan ini awalnya dikemas  seperti kemah di outdoor karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat akhirnya kegiatan dilaksanakan di indoor  tetapi tidak mengurangi materi yang disampaikan.

Sekilas ditelisik apa yang disampaikan Zawawi Imron tentang sastra sebagai inspirasi pendidikan karakter bangsa karena sastra mengajarkan nilai-nilai yang dijunjung masyarakat. Sedangkan apa yang disampaikan Abidah juga masih dalam lingkup persoalan sastra tetapi lebih mengarah pada eksploitasi feminisme dimana posisi perempuan dalam konteks Islam. Fokus Abidah pada Novel “Perempuan Berkalung Sorban”, duo sastra ini berkolaborasi sangat apik. Disambung Soim Anwar yang juga mengenai sastra dan rekayasa sosial, dimana sastra itu suatu kreativitas oleh karenanya perlu di perjuangkan, hal ini tak luput dari menulis bukanlah suatu kerjaan sampingan tetapi kita bisa hidup dengan sastra (profesi).

Untuk narasumber yang terakhir yaitu Sujiwo Tejo, menurutnya sebagai bangsa kita kaya sehingga tidak perlu minder/ sindrom karena kebudayaan kita hebat. Buktinya bangsa asing melirik bangsa kita. Pola pikir kita sudah maju sejalan perkembangan IPTEK. 

Dalam kesempatan ini Sunu Catur mempertegas bahwa sastra lisan terpanjang di dunia (laga ligo) bugis yang punya, sastra tulis juga Indonesia, serat sentini serat terpanjang milik kita. Kita punya Bali, Borobudur, pulau komodo dll, orang barat saja bangga kenapa kita enggak. Nantinya diharapkan sastra bisa dijadikan formula untuk menjadikan hidup lebih menghargai budaya karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.

(*Unipasby)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2025 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya