Berita Kampus

May 28, 2024

Surabaya – Direktorat Sumber Daya Manusia  Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, secara serentak mengundang dosen dan tenaga kependidikan untuk mengikuti workshop. Melalui tema strategi peningkatan rekognisi dosen dan kompetensi tenaga kependidikan menuju Adi Buana unggul. Memang bukan hal yang baru, tuntutan untuk peningkatan kualitas SDM dalam perguruan tinggi harus terwujud agar mencapai unggul. Transformasi yang harus dilakukan oleh dosen, diantaranya adalah penguasaan teknologi pendidikan, kompetensi pedagogic yang tinggi, terlibat dalam penelitian serta publikasi. Selain hal tersebut kolaborasi dalam jarigan profesional serta kontribusi dalam komunitas kepakaran dan dunia industri juga sangat dibutuhkan.

Narasumber dari Universitas Airlangga memaparkan alur rekognisi dosen tersebut sangat detail sekali. Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi bahkan memulai alur rekognisi dosen dimulai dari sertifikasi yang dimiliki dosen, peningkatan reputasi hingga proses bertransformasi menuju dosen unggul. Bahkan untuk kriteria menjadi dosen profesional serta tenaga kependidikan yang berkompeten sudah diatur regulasinya secara mendasar.

“Permendikbud nomor 53 tahun 2023 menyebutkan bahwa kompetensi dan kualifikasi dosen untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, pendidik dan perancang pembelajaran, fasilitator, serta motivator mahasiswa” terang Prof Tika

Tentunya berlaku juga bagi tenaga kependidikan, bahwa kompetensi dan kualifikasi tenaga kependidikan sesuai dengan tugas dan fungsi dalam melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan, untuk mencapai standar kelulusan.

“Nah, kita itu lagi memperbincangkan tentang strategi, dan strategi itu harus fit sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kita sadar bahwa urgensi Manajemen SDM selalu berupaya mendukung proses transformasi dan kebermanfaatan bagi masyarakat, usaha-usaha signifikan untuk penguatan kapasitas organisasi sudah dilakukan dari berbagai perspektif, yakni modal manusia, pengetahuan, informasi, keuangan, dan organisasi” imbuh Prof Tika.

Narasumber dari internal kampus juga lebih kuat lagi memberikan tahapan strategi menuju SDM profesional untuk Adi Buana unggul. Drs H Sugito ST MT sangat keras dalam memberikan pemaparan berkitan dengan standart mutu. Berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) bahwa rekognisi dosen dapat dilihat dari jumlah dosen dalam aktivitasnya saat menjadi visiting lecturer, keynote speaker baik pada kawasan nasional maupun internasional. Bahkan akan dinilai juga bagi dosen yang menjadi editor dan mitra bestari pada jurnal nasional terakreditasi serta jurnal internasional bereputasi.

“Perlu kami sampaikan bahwa 33,89 persen ketercapaian jumlah rekognisi dosen yang menjadi staf ahli maupun narasumber baik nasional maupun internasional sesuai bidang kepakaran dosen. Selanjutnya ketercapain tertinggi 54,45 persen atas penghargaan prestasi dosen untuk tingkatan nasional maupun internasional, dan ini PR kita semua agar bagaimana membuat strategi peningkatan  yang belum tercapai menjadi tercapai” terang Pak Sugito.

Moderator acara Moch Shofwan SPd MSc menutup acara dengan kalimat Man Jadda Wajada yang artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mencapai tujuannya. Benang merah yang ingin disampaikan bahwa kesungguhan dalam menyikapi kondisi Sumber Daya Manusia baik untuk dosen dan tenaga kependidikan yang belum terpenuhi dalam standar IKU tersebut, bukan beban direktorat SDM semata, namun semua stakeholder harus bersinergi, saling membahu untuk melakukan percepatan perbaikan. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2023 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya