Berita Kampus

February 29, 2024

Surabaya – Bencana yang semakin sering terjadi disekitar kita menjadi ketakutan kita bersama, maka perlu disiapkan teknologi pendeteksi agar ancaman bencana dapat diminimalisir dan risiko dapat dihilangkan. Tim Periset Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan dukungan penuh dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) membuat alat yang dinamakan Buana EWS untuk mendeteksi ancaman erosi dan longsor. Alat Buana EWS ini mengitegrasikan sistem elektronika, tenaga panel surya serta sensor getaran yang semua data-data tersebut dapat dikirim melalui jaringan wireless dan ditangkap sistem perangkat spasial WebGIS yang dipasang di Balai Desa.

Salah satu anggota periset, Moch Shofwan M.Sc menuturkan bahwa hal penanganan kebencanaan terutama tanah longsor, harus mengedepankan fungsi teknologi dan peran serta masyarakat. Tentunya harus memilih aplikasi yang reliable, efektif, serta terukur. Tutur Shofwan selaku Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

“Kami menggunakan semua unsur teknologi di dalamnya, mulai dari informasi keruangan (spatial) berbasis webGIS, hingga supplay kelistrikannyapun sudah kami pikirkan, kami gunakan panel surya dan bahkan untuk dapat melihat hasil deteksi dini longsor, masyarakat cukup dapat infomasi dari blasting pada kotak pusdatin (pusat data dan informasi) yang dipasang di Balai Desa dan digerakkan oleh komunitas. Jadi benar-benar kami mudahkan, sehingga konsep komunitas yang peduli terhadap kebencanaan tersebut dapat menjadi satu kesatuan” terang Shofwan yang juga saat ini menjadi Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Secara terpisah, wawancara dengan ketua periset yaitu Dr. Rhenny Ratnawati, ST. MT. berkaitan dengan urgensi pembuatan peralatan yang fokus pada bidang Lingkungan, beliau menuturkan bahwa lokasi tempat penerima manfaat, yaitu Desa Belik Kecamatan Trawas kabupaten Mojokerto merupakan kawasan yang benar-benar membutuhkan. Beliau juga memberikan gambaran bahwa kasus bencana tertinggi selama ini kategori bencana hidrometeorologi yang didalamnya termasuk bencana tanah longsor.

“Bersyukurnya masyarakat di lokasi penerima manfaat itu ibarat gayung bersambut, artinya banyak komunitas masyarakat yang sebenarnya memiliki tingkat kekhawatiran dan kepedulian yang sama. Berawal dari problematika tersebut, kami merumuskan bersama tim untuk mengajukan peralatan Buana EWS yang simple dengan teknologi tinggi, utamanya yang mudah diakses masyarakat, karena mitigasi bencana itu harus bertindak cepat bertindak akurat” imbuh Ibu Rhenny

Kades Belik sangat berterima kasih kepada Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan BRIN, yang sangat proaktif dalam membantu masyarakat desa. Baik sosialisasi untuk edukasi mitigasi maupun juga secara nyata memberikan bantuan peralatan. “Peralatan ini semoga bermanfaat bagi masyarakat kami, tentunya informasi kebencanaan secara dini, akan dapat memberikan peringatan kepada warga agar untuk mawas diri, kami berterima kasih sepenuhnya kepada pemerintah melalui BRIN beserta kampus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan para dosennya, atas segala bantuannya” ungkap Bapak H Morsidi Kades Belik Kecamatan Trawas Mojokerto.

“Tujuan dan sasaran penelitian ini memang fokus dengan dua hal. Pertama mengembangkan sistem peringatan dini longsor lahan Buana EWS berbasis WebGIS dan komunitas. Kedua meningkatkan kapasitas pengetahuan bagi Masyarakat di Kawasan rawan bencana” pungkas M. Nushron Ali M, ST., MT. dan Dian Majid, M.Eng tim periset Buana EWS. (*)


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2023 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya