Berita Kampus

September 10, 2023

Surabaya – Program info prima edisi spesial hari radio ke-78 tahun, Lembaga Penyiaran Publik, Radio Republik Indonesia (RRI). Tepatnya jelang hari ulang tahun yang jatuh pada 11 September 2023. Beberapa tokoh penting di Jawa Timur ini, mendapat kesempatan untuk menjadi presenter. Menduetkan rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UNIPA Surabaya) dengan Ketua Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga (UNAIR). Dr Hartono MSi dan Dr Suko Widodo menjadikan kolaborasi pengantar berita dalam Program Info Prima sangat menarik. Tentunya tetap dipandu oleh host dengan suara khas radio RRI yaitu Fresty Oktora. Berdurasi 30 menit mengudara, dan membawakan 8 berita, dimulai dari berita tentang pengenaan pajak atas natura hingga berita terakhir tentang perhelatan liputan Porprov Kedelapan Jawa Timur tahun 2023.

Selain disiarkan dalam Programa-1 (PRO-1), info prima ini juga disiarkan secara Live dalam kanal youtube RRI Surabaya Official. Sehari sebelumnya Info Prima ini juga menghadirkan presenter Walikota Surabaya yang diduetkan dengan istri beliau. Pak Eri Cahyadi dan ibu Rini Indriyani juga membawakan dalam durasi yang sama, yaitu 30 menitan.

Siaran yang dibawakan rektor UNIPA Surabaya ini, ternyata disiarkan juga melalui jejaring RRI. Siaran langsung ini disampaikan hingga Malang, Sampang, Sumenep, Madiun, Jember, Tuban dan Kediri. Pembagian beritapun telah dipersiapkan dengan matang. Pak Hartono membawakan berita dari reporter Beny Prima dan Faiz Putra. Selanjutnya Pak Suko, membawakan berita dari reporter Ane Kusuma dan Wahyu Chan.

Setelah usai acara penyiaran, host memberikan kesempatan untuk wawancara dengan para presenter. Mbak Fresty Oktora, menanyakan pendapat rektor mengenai kesan pertama menjadi presenter dan masukannya untuk RRI yang sudah berusia 78 tahun. Bahkan host sempat memuji pak rektor karena sangat lancar dalam membawakan beritanya.

“Ini kali pertama dan pengalaman pertama membawakan berita. Bisa lancar karena kita sering membaca buku” terang Pak Rektor. Saran yang diberikan rektor untuk RRI, adalah peningkatan kualitas programnya sehingga radio ini menjadi menu masyarakat dalam pencarian berita. RRI yang memiliki ke-khasan dalam penyiarannya harus dipertahankan. “Para penyiar ini memiliki suara yang khas, kita bisa tahu kalau itu RRI dari suara penyiarnya dan kemerduan suaranya. RRI juga menjadi media udara yang luar biasa setahu saya, semoga bisa menjadi mitra semua kalangan masyarakat terutama perguruan tinggi” tambah Pak Rektor.

Pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh host kepada Pak Suko. Perlunya transformasi penyiaran, bahkan secara peralatan RRI sudah sangat adaptasi. “Pemilihan kata secara diksi yang saya pelajari sudah pendek-pendek dan bagus, namun harus disesuaikan juga dengan circle-nya anak muda. Berita memang harus baku, namun juga diperlukan dengan konteks kekinian” terang Pak Suko Widodo.

Kedua presenter yang diundang kali ini, memiliki kesan yang sama terhadap RRI, bahwa seluruh penyiarnya itu suaranya selalu merdu dan jernih. Bahkan keduanya berharap agar dalam usia yang sudah sangat matang RRI menjadi sumber rujukan berita yang akurat, dalam kondisi saat ini yang sangat marak terhadap berita-berita hoax. “Negara harus meningkatkan anggaran untuk RRI, karena ditengah-tengah akumulasi hoax ini RRI harus tetap menjadi panutan, independen dan menjaga kualitas beritanya” imbuh Pak Suko. (*)

Liputan disiarkan dalam youtube : https://www.youtube.com/live/sVTgb40sluU?si=Zz-Rv2EJNUTSilDp


Berita Terbaru
Kategori Berita
Kemitraan Internasional
Monash University Universiti Teknologi Mara Hutech University of Technology International Cultural Communication Center Malaysia Maejo University Thepsatri Rajabhat University USSH Saint Louis University Institut Pendidikan Guru
Copyright © 2023 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya