Berita Kampus

August 07, 2022

Surabaya – Kibar Cinta Nusantara, merupakan karya kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK). Kibar Cinta Nusantara diangkat sebagai tema, hal ini berkaitan erat dengan karya-karya yang akan ditampilkan oleh mahasiswa. Tampilan lokalitas budaya mereka yang terbilang majemuk menjadi ide terciptanya ekshibisi saat ini dari tanggal 5-7 Agustus 2022. Konsep kibar cinta nusantara yang tertuang dalam karya batik mahasiswa Pendidikan Seni Rupa divisualkan dalam bentuk ragam hias, dimana masing-masing mahasiswa melakukan riset tentang lokalitas darimana mereka berasal, baik itu berupa budaya tradisi setempat, makanan tradisional, ataupun produk lokal daerah yang menjadi ikon.

Nur Awwalur Rohmah selaku panitia memberikan gambaran, bahwa batik-batik ini khas, desain merdeka dari mahasiswa, artinya idenya bebas. “Ini bagian dari mata kuliah Dress Painting bagi mahasiswa PVKK dan mata kuliah Seni Kriya Kerajinan 1 dan Batik bagi mahasiswa Seni Rupa, masing-masing bobotnya 3 SKS” terang Emma, panggilan ketua panitia ini, yang merupakan mahasiswa Seni Rupa angkatan 2020.

“Karya batik saya tentang Urang Banyu Mili, saya ambil dari konsep Local Wisdom Kabupaten Sidoarjo, ini motifnya adalah udang dan aliran air. Harapannya adalah rejeki masyarakat Sidoarjo senantiasa mengalir terus seperti air” imbuh Emma.

Herman Sugianto S.Pd M.Pd yang merupakan dosen pengampu, sekaligus pembimbing ekshibisi ini menerangkan bahwa pemaknaan konsep Kibar Cinta Nusantara antara mahasiswa Pendidikan Seni Rupa dan Mahasiswa PVKK Tata Busana yang divisualkan dalam bentuk karya batik, dress painting, seni kriya kerajinan kulit yang dikolaborasikan secara apik. “Tentunya apresiasi saya terhadap hasil karya mahasiswa ini, perlu saya berikan banyak jempol. Namun tidak boleh puas sampai di sini, saya mengajarkan proses, baik dari pemilihan bahan, penetapan tema motif, proses fitting bagi kriya kulit sampai juga pada proses pembuatan katalog produknya itu semua adalah proses untuk meningkatkan Value atau nilai agar layak diterima pasar” ungkap Pak Herman.

Dress painting, teknik menuangkan karya seni lukisan di atas kain, baik berupa baju, jaket dan mukena memang menjadi trend saat ini. Menurut Shabryna Tsabyca Adellya untuk karya dress painting, dibuat oleh mahasiswa PVKK konsentrasi Tata Busana angkatan 2019. “Banyak karya rekan-rekan kami, dengan judul yang unik-unik, seperti; Flower of silence, Freedom, The butterfly woman, Stephanotis kesemuanya punya ide dan gagasan masing-masing, dan itu tertuang secara detail pada pakaian-pakaian ini” ungkap Shabryna.

Kibar Cinta Nusantara, pertama kali di launching pada tanggal 5 Agustus 2022 dibuka oleh Wakil Rektor III. Dekan Fakultas Teknik dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial & Humaniora, serta kedua kaprodi yaitu PVKK serta Seni Rupa turut hadir. Bahkan di hari kedua, ada tambahan acara berupa Fashion Show yang mirip dengan Citayam Fashion Week (CFW) yang lagi viral itu. Hari ketiga sebelum penutupan juga diberikan acara tambahan berupa Perform Art Teater oleh UKM teater. Lengkap selama tiga hari dalam ekshibisi ini menampilkan 18 judul karya batik, 29 judul karya dress painting, dan 18 produk kriya atau kerajinan tas kulit. “Harapanya kedepan, karya-karya kami bisa di daftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta pastinya ada mitra yang bersedia, melatih dan membimbing kami serta memodali karya ini, hingga mendapatkan pangsa pasar yang bagus” ungkap Emma mengakhiri wawancaranya. (*)



Connect with us:


Copyright © 2021 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • SPP
  • PPMB
  • Akademik
  • Kemahasiswaan