Berita Kampus

May 14, 2022

Surabaya – Tamu istimewa yang ditunggu sejak pagi, akhirnya muncul di halaman Taman Wolu, pukul 11.15 WIB hari ini Sabtu (14/5). Mobil Inova berplat Nomor Polisi huruf depan “K” menunjukkan bahwa tamu kita ini berasal dari Kabupaten Blora. Dua mobil saling beriringan yang salah satunya ber-plat nomor warna merah, merupakan rombongan dari Sekolah Tinggi Teknik Ronggolawe (STTR) Cepu.

STTR Cepu merupakan perubahan bentuk dari Akademi Teknologi Ronggolawe Cepu (ATR Cepu). Pemilihan nama “Ronggolawe” merupakan wujud dari gagasan untuk membuat monument hidup  dari Eks. Divisi V/Brigade I Ronggolawe yang tergabung dalam Himpunan Warga Purna Yuda Ronggolawe (HWPYR) pada tanggal 3 April 1985. Pembina Yayasan Drs. RM. Yudi Sancoko, MM menyatakan kekagumannya kepada Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yang sangat megah. “Saya tidak menyangka putera asli Blora, Bapak Sutijono, bisa membangun kampus yang begitu besar di Surabaya, kami harus meniru tekad beliau” terang Bapak Yudi.

Ketua PPLP PT PGRI Surabaya, Bapak Drs. H. Sutijono, MM memberikan paparan mengenai perjalanan Adi Buana, dari tahun 1971 hingga saat ini. Perjuangan-perjuangan serta Bondo Nekat para pendiri disampaikan dengan gamblang dan penuh gurauan sehingga ungkapan sejarah Unipa Surabaya, benar-benar dinikmati para undangan di ruangan Theater Pascasarjana dengan penuh antusias. “Saya akan memberikan buku 50 tahun Adibuana Emas, semoga menjadi bekal sejarah, semua kerja keras delapan pendiri, diceritakan di sana” ungkap Bapak Sutijono kepada tamu yang memang berasal dari daerah kelahiran beliau.

Nota kesepahaman yang ditandatangani konsen terhadap Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Kedua belah pihak melaksanakan kerjasama dibidang; (1). Pendidikan, Peneltian dan Pelatihan, (2). Pengabdian Kepada Masyarakat, (3). Kajian Ilmiah, Seminar dan Lokakarya, (4). Pengembangan kompetensi SDM, (5) Mendukung pelaksanaan MBKM.

Ketua STTR Cepu, Ir. Sarjono, M.Eng dalam paparannya menyebutkan bahwa kampus STTR memiliki Program Studi Teknik Elektro jenjang S1 dan D3, kemudian Program Studi Teknik Mesin jenjang S1 dan D3 serta Program Studi Teknik Sipil jenjang S1 dan D3. “Blora belum memiliki kampus yang konsentrasi terhadap Sosial dan Humaniora, semoga kerjasama dengan Adi Buana, dapat mewujudkan keinginan masyarakat di Blora, khususnya Cepu untuk dapat mewujudkannya” jelas Bapak Sarjono.

Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. M. Subandowo, MS lebih banyak menceritakan langkah-langkah kedepan sebagai cita-cita yang harus dilanjutkan,  Rektor menerangkan bahwa Adi Buana memiliki Milestone dengan urutan 2019-2024 (Teaching and Innovation university), 2025-2013 (Research and Innovation), 2031-2036 (Entrepreneur University) dan 2038 (Holding). Rektor juga menerangkan tentang kebutuhan literasi data, IT dan sumber daya, yang  harus kita tingkatkan di tahun 2022.

“Semua Milestone ini tidak dapat diwujudkan jika kita tidak memiliki Extra Mile yang artinya mengerjakan sesuatu dengan usaha lebih, harus gigih dan ngotot untuk mewujudkannya” terang Bapak Subandowo.

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 14.34 WIB, dan bincang-bincang ini masih berlanjut dengan gayeng-nya. Pertemuan di akhiri dengan saling bertukar cinderamata, Voundel kedua kampus diberikan oleh Rektor masing-masing. Buku 50 tahun Adi Buana Emas diserahkan oleh Bapak Sutijono kepada Bapak Yudi Sancoko. Serta tidak ketinggalan buku karya Bapak Djoko Adi Walujo juga diberikan kepada perwakilan STTR Cepu untuk dikoleksi pada perpustakaan di sana. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diakhiri dengan pembacaan doa oleh Dr. Sunyoto Hadi Prayitno, M.Pd selaku Kepala Kehumasan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. (*)



Connect with us:


Copyright © 2021 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Akademik
  • SPP
  • PMB