Berita Kampus

April 22, 2014

SENYUM OPTIMIS: Hadapi revolusi pendidikan menuju ASEAN community 2015.

 

       SURABAYA- Menjadi seorang guru yang profesional memang tidak mudah, banyak hal yang harus di persiapkan. Belum lagi perubahan-perubahan yang terjadi mulai dari kurikulum sampai pada guru yang harus memiliki sertifikat pendidik. Itu artinya seorang guru tak boleh berhenti belajar untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajarannya. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menggelar seminar nasional untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi pendidikan Indonesia menuju ASEAN  Community 2015 mendatang. Hal itu diungkapkan H. Sutijono Rektor Unipa Surabaya dalam pembukaan di Kampus Menanggal, Sabtu (19/4).

       Menurut H. Sutijono, sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2014 sejalan dengan hal tersebut sistempun juga akan mengalami perubahan. Untuk itu, mahasiswa Unipa yang nantinya akan menjadi guru tidak boleh buta akan revolusi yang terjadi, dan  seminar ini sangat tepat diadakan bersamaan dengan momen Diesnatalis Unipa ke 43. 

       Dalam seminar kali ini sangat istimewa karena narasumbernya  adalah alumni dari Unipa Surabaya sendiri.  Hal ini membuktikan Unipa Surabaya bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas,” terang Sutijono.

Guru berkualitas itu harus memiliki keterampilan dan managemen administrasi yang baik, ibaratnya guru adalah dalang atau model buat murid-muridnya. Bagaimana menjadikan siswa itu kritis itu adalah tugas guru. Kurikulum adalah jembatan, dan untuk melewatinya ada macam caranya. Yang paling penting adalah perubahan mindset mulai dari diri sendiri. Hal inilah yang disampaikan Evi Phospito narasumber kita yang memiliki  prestasi sebagai menjadi guru berpresta tahun 2009 tersebut.

       Evi menambahkan, peningkatan SDM juga menjadi faktor penentu untuk menghadapi ASEAN Community. Sehingga, perubahan itu harus dimulai dari sekarang mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, misalnya budayakan membaca buku.

       Sementara itu, Djoko AW mengingatkan kita bahwa revolusi itu adalah sebuah kepastian. Untuk itu, hanya pendidikan yang mampu menjadi proteksi. Dalam seminar tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ada paradigma yang harus diterima, ada yang harus ditinggalkan, integritas sebagai seorang guru serta dengan hati dalam melakukan. Sehingga, untuk menghadapi ASEAN Community 2015 kita sudah siap. Untuk itu, antara  skill, knowledge, dan attitude menjadi sangat penting tetapi juga  sangat menentukan nantinya dalam menghadapi revolusi pendidikan ASEAN community 2015,” terang Djoko AW. *rohma



Connect with us:


Copyright © 2020 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Akademik
  • SPP
  • PMB
  • Wi-Fi.id