Berita Kampus

January 16, 2013

Obesita bukan lagi masalah buat anda, tidak perlu khawatir karena kami  Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya punya solusinya, yaitu bakso tuci dari ikan tuna dan tepung ubi cilembu.

Berinovasi adalah keahlian kami, kami berupaya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain terutama untuk kesehatan. Banyak orang yang rela melakukan bermacam-macam cara yang terkadang ceroboh dan melakukan sesuatu tanpa logika. Semua berawal dari himpitan ekonomi masyarakat dan harga pasar yang semakin melambung tinggi, terutama daging sapi, sedangkan kebutuhan untuk itu diperlukan.

Akhirnya  kami mahasiswa Tata boga semester 5 membentuk tim yang terdiri dari 6 orang antara lain, Novi Ardiah, Dewi Ayu Pamungkasih, Agustin Ardiagarini, Priska Rahmawati, Rency Okta, dan Melati Kinarsih. Kami berinisiatif membuat bakso yang bisa dinikmati semua kalangan termasuk penderita obesitas tegasnya, bakso itu kami beri nama bakso tuci alias (tuna vs cilembu).

Menurut Novi Ardiah, bakso tuci terbuat dari ikan tuna dan ubi cilembu, tetapi khalayak  belum mampu berinovasi kalau ikan tuna tidak hanya sekedar buat steak tuna tapi bisa digunakan untuk membuat berbagai macam makanan salah satunya pentol bakso yang menjadi favorit banyak orang, selain itu perlu kita ketahui ikan tuna mengandung vitamin Omega yang baik untuk tubuh, apalagi ubi cilembu yang kita tahu hanya bisa buat bahan roti kering saja, dalam ubi cilembu terdapat kandungan karbohidrat yang baik untuk pengganti nasi bagi yang sedang menjalani diet.

Tegas Novi apabila dipadukan bisa menjadi suatu sajian yang biasa dinikmati, sehat, murah dan tidak membuat kantong kita kering.

Terangnya, untuk membuat  bakso tuci harus melalui beberapa langkah diantaranya:

Pertama, tahap pembuatan tepung dari ubi cilembu. Ubi harus diiris tipis lalu dijemur selama dua bulan, setelah kering kemudian ditumbuk hingga menjadi serpihan kecil, selanjutnya masuk ketahap penghancuran dengan di blender hingga halus menjadi tepung.

Kedua, tahap pencampuran antara tepung ubi cilembu dan ikan tuna, cara pembuatan pentolnya sama dengan pentol bakso biasa, soal rasa pastilah rasa ikan tuna seperti bahan dasarnya.

Ketiga, tahap akhir yaitu tahap pengemasan, pentol yang sudah jadi dikemas dimasukkan kedalam plastik, setiap kemasan berisi 15 biji dan diberi stiker untuk menarik pelanggan.

Tahap terakhir yaitu pemasaran harga dari setiap paket pentol adalah Rp. 15.000 berarti kalau isinya 15 biji, satu bijinya seharga Rp. 1000. Bisnis yang cukup menjanjikan. Produk ini aman dari boraks atau pengawet lainnya karena bakso tuci ini hanya menggunakan gula dan garam sebagai pengawetnya apalagi kita tahu di dalam ubi cilembu sudah mengandung gula. Bakso tuci ini bisa bertahan hingga dua bulan, apabila diasukkan freezer atau lemari pendingin tegas Novi.

Modal awal untuk pembuatan bakso tuci ini tidak banyak Rp. 78.500 dan setelah pemasaran tinggal menghitung saja kita bisa mendapatkan Rp. 210.000, keuntungan kita dua kali lipat dari modal awal. Penjualannya juga tidak susah karena mayoritas masyarakat kita dari anak-anak hingga orang dewasa peminatnya.

Kendala terbesar dari pembuatan bakso tuci adalah proses pembuatan tepungnya, karena pengeringannya yang membutuhkan waktu yang memerlukan proses panjang. Sedang ikan tuna bisa kita dapatkan dengan mudah.  Ini menjadi tantangan untuk terus melakukan percobaan.



Connect with us:


Copyright © 2020 by Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Seluruh Isi Web Dilindungi Hak Cipta.

  • Akademik
  • SPP
  • PMB
  • Wi-Fi.id