Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BUDIDAYA LELE: Dr Ir Pungky Slamet Wisnu Kusuma MSi dosen Biologi Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya saat mengunjungi kolam lele Kustaman di dsn Cangkring, desa Cangkring Turi, Kec. Prambon. Kab. Sidoarjo. 

Sidoarjo- Setelah berhasil memenangkan dana hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat / DRPM Kemenristek Dikti tahun anggaran 2018, Dr Ir Pungky Slamet Wisnu Kusuma MSi dosen Biologi Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya menggandeng Bapak Kustaman pembudidaya ikan lele dsn Cangkring, desa Cangkring Turi, Kec. Prambon. Kab. Sidoarjo. 

           

Dia memulai program ini dengan melakukan pelatihan dan pendampingan bersama kedua rekannya yakni Dr Dra Sukarjati MKes dan Tony Susilo Wibowo, S.E., M.Pd., M.SM yang meliputi penyuburan air kolam, teknik penyiapan induk matang gonat, pemijahan atau perkawinan, pembenihan dan pemeliharaan, pembesaran, teknik pemberian pakan alternatif, dan teknik pemasaran dengan memberikan pelatihan pembukuan sederhana.

 

Menurut Pungky ketua tim ada beberapa hal yang menyebabkan usaha pembudidaya ikan lele kurang berkembang yakni mereka rata-rata belum bisa melakukan pemijahan atau perkawinan sendiri serta teknik pemasaran dan pembukuan yang kurang tertib sehingga mereka tidak tahu berapa kerugian dan keuntungan yang didapat.

 

"Guna meningkatkan keterampilan ia memberikan beberapa fasilitas, antara lain 2 kolam bulat berdiameter 3m, 2 kolam terpal tanah, 1 kolam pemijahan, kolam induk, benih sebanyak 10 ribu, 5 pasang induk, dan pompa air,"terang Pungky.

 

Menurut Kustaman ada perbedaan sebelum dan sesudah ada pelatihan dilakukan, dulu untuk mendapatkan induk dan benih harus membeli sekarang sudah bisa sendiri. Ia mengaku, sekarang hasil panen ikan lele jauh lebih besar dua kali lipat kalau dulu sekali panen hanya dapat 500 Ribu sekarang bisa mencapai 1 Juta Rupiah. "Oleh karena itu, ia siap memberikan pelatihan kepada para pembudidaya lele lainnya yang mau belajar mulai dari pemilihan induk hingga pembesaran secara gratis,"terang Kustaman.

 

Sementara itu, Sukarjati mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam, hasil panen lele yang melimpah sayang sekali kalau hanya dijual mentah, maka ia dan tim berencana akan memberikan pelatihan khusus bagaimana mengolah ikan lele segar menjadi berbagai macam makanan seperti nuget, sosis, krupuk, dan makanan lainnya. "Tentunya, dengan ini akan membuka peluang usaha sehingga bisa meningkatkan penghasilan warga sekitar,"kata Yatik.

 

"Melalui pelatihan dan pendampingan ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan lele mulai dari pemilihan induk, pembesaran, hingga pemasaran pengetahuannya dapat meningkat dan otomatis ini juga akan meningkatkan penghasilan pembudidaya ikan itu sendiri.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  • Akademik
  • Humas