Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Surabaya- Program Studi Pendidikan Khusus (PKH) Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya memberikan workshop yang bertajuk "Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Khusus dan Penanganan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Perguruan Tinggi" kepada dosen Unipa dari berbagai prodi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sabtu,  (6/10).

 

Ana Rafikayati,  SPd., MPd dosen PKH Unipa mengatakan, workshop ini dalam rangka penerimaan Hibah Inovasi Pembelajaran Pendidikan Khusus di Perguruan Tinggi oleh Belmawa Kemenristekdikti. 

 

Menurut Ana penting bagi prodi lain mengetahui bagamana cara penanganan terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus, karena bukan tidak mungkin suatu saat akan menerima mahasiswa yang berkebutuhan khusus. 

 

Ana mengatakan, saat ini di Unipa selain  PKH juga prodi PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga) yang memiliki mahasiswa berkebutuhan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dihadirkan Dr. Budiyanto, MPd Tim Ahli Pendidikan Khusus Belmawa Kemenristekdikti untuk menjelaskan secara langsung bagaimana pelayanan pendidikan yang tepat bagi mahasiswa disabilitas.  

 

 

Menurut Budiyanto untuk menuju kampus inklusi, ada hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain aksesibilitas lingkungan fisik, pembelajaran,  media dan sumber belajar khusus disabilitas,  mata kuliah praktikum, layanan kegiatan kemahasiswaan, hingga  kelembagaan.  

 

"Hal ini harus dilakukan guna menciptakan situasi dan kondisi lingkungan kampus yang mudah, aman,  dan nyaman sehingga mahasiswa disabilitas dapat mengikuti kegiatan kampus sama seperti yang lainnya,"terang dosen PLB Universitas Negeri Surabaya tersebut.  

 

Sementara itu, Ana mengatakan,  pihaknya ingin ke depan Unipa bisa menuju kampus inklusi yang menerima mahasiswa berkebutuhan khusus dan memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga mereka dapat mencapai prestasi yang optimal. 

 

 


  • Akademik
  • Humas