Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BERI MATERI: Yanuar Dwi Prasetyo, MA.,  Ph. D Dean of Faculty of Teacher Training and Education, Director of Teaching Learning Center University Bandar Lampung saat memaparkan materi

 

Surabaya- Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kembali menggelar National Conference on Language and Language Teaching (NCOOLT) IV di Gedung Soelaiman Joesoef Kampus II Unipa Dukuh Menanggal, Sabtu, (25/8). Acara ini diikuti kurang lebih 200 peserta dari dalam dan luar Unipa.  

 

Dalam NCOOLT ke-4  ini menghadirkan narasumber dari Francis O'Brien, RSA Dip, M. Ed,  MBA Indonesia Australia Language Foundation Surabaya dan Yanuar Dwi Prasetyo, MA.,  Ph. D Dean of Faculty of Teacher Training and Education, Director of Teaching Learning Center University Bandar Lampung. 

 

Acara yang mengangkat tema "Creativity and Innovation in English Language Teaching toward Industrial Revolution 4.0" tidak sebatas  konferensi tetapi juga paralel. Menurut Salim Nabhan, S.Pd.,M.A  ketua pelaksana acara ada kurang lebih 50 makalah yang diseminarkan atau paralelkan dari universitas se-Indonesia, antara lain dari Mataram,  Lombok,  Bandung, Bali, Jember,  Nganjuk,  Tulungagung, Malang, Sidoarjo,  dan Surabaya. "Pesertanya pun beragam mulai dari mahasiswa,  guru, dosen, hingga praktisi, "terangnya. 

 

Usai membuka acara Drs. Djoko Adi Walujo,  ST.,  MM., DBA Rektor Unipa Surabaya mengatakan, konferensi nasional yang berlangsung sehari ini akan diisi dengan sharing pengetahuan,  skill, dan teknologi. "Peserta akan mendapatkan pengetahuan baru tentang teknik mengajar bahasa Inggris yang tepat di era revolusi industri 4.0. sehingga mereka tidak akan kesulitan setelah terjun di lapangan,"ungkap rektor nyentrik tersebut.  

 

Ahmad Ridho Rojabidari salah satu peserta NCOOL  mengatakan, konferensi nasional ini sangat menarik dan tema yang diangkat juga sangat bagus ada banyak yang bisa dipelajari terkait creative thingking skill,  communication,  colaboration, and creativity. Selebihnya, dosen IAIN Jember ini pun mengatakan bahwa di era 4.0  harus mampu mengaplikasikan pembelajaran berbasis teknologi agar tidak ketinggalan. Ia pun menyerukan agar guru maupun dosen terus meningkatkan kualitas diri salah satunya dengan memperbanyak mengikuti seminar atau workshop guna meningkatkan profesionalismenya sebagai seorang pengajar.  

 

Sementara itu, Nabhan mengatakan,  pihaknya ingin melalui acara ini para peserta maupun presenter dapat bertukar pikiran tentang ide-ide, inovasi dan kreativitas terkait pembelajaran bahasa Inggris agar setelah terjun di masyarakat benar-benar sudah siap dengan era digital yang semakin merajalela.  


  • Akademik
  • Humas