Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BERI MATERI: Dr. Sunyoto, M.Si Bupati Bojonegoro saat menyampaikan materi di gelora Hasta Brata Adi Buana

Surabaya-  Era revolusi industri 4.0 selalu menjadi pembahasan yang menarik, bahkan gaungnya terus diperdengarkan dalam berbagai kesempatan. Era yang ditandai dengan nano teknologi, big data, robotik, ekonomi digital, dsb atau dikenal dengan era pengganggu atau disruptive menuntut kita untuk mengubah mindset.

 

Menanggapi fenomena industri keempat yang tidak mungkin bisa dibendung lagi, Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya berupaya keras memberikan pengetahuan dan wawasan guna meningkatkan kemampuan hardskill maupun softskill mahasiswanya. Salah satunya dengan menggelar seminar nasional.

 

Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA Rektor Unipa Surabaya mengatakan, untuk mengantisipasi perubahan ini mahasiswa Unipa rutin mengundang beberapa tokoh atau expert yang ahli dibidang ini untuk mengupas suatu problematika yang muncul di era industri keempat ini, apakah akan banyak pekerja yang menganggur atau terjadi dehumanisasi.

 

Ia melihat era revolusi industri ini juga bisa membangun moralitas menjadi bagus, seperti problematika yang dulu dikatakan tidak etis di era ini menjadi etis hal ini menunjukkan bahwa era sekarang adalah era kejujuran.

 

Dalam seminar nasional yang digelar kali ini, Fakultas Ekonomi Unipa mengundang tokoh yang luar biasa untuk mengupas tentang budaya  bisnis berbasis ekonomi hijau di era 4.0 yakni Dr. Sunyoto, M.Si Bupati Bojonegoro 2008-2018 dan H. Iwan Kurniawan, SH., MSi Anggota Komisi X DPR RI karena berhalangan  sehingga diwakili oleh Muhammad Asfandi, SH., MH Staf Ahli Komisi X DPR RI.

 

Dalam kesempatan ini, Suyoto mengatakan bahwa era ini menuntut kita menjadi pribadi yang melek teknologi agar tidak diperbudak oleh teknologi itu sendiri. Bahkan, perkembangan teknologi secepat kilat seperti munculnya teknologi blockchain yang dianggap sebagai solusi masa depan lantaran dapat dipergunakan untuk berbagai industri.

 

Ia menerangkan teknologi blockchain  dikenal sebagai program mencatat data keuangan secara digital karenanya banyak digunakan oleh perbankan untuk memudahkan segala urusan. "Dengan teknologi blockchain ini di masa depan mungkin akan membantu memecahkan berbagai persoalan keuangan di negeri ini,"terangnya.

 

Ada 489 peserta yang mengikuti seminar nasional ini. Selain itu, ada  244  artikel karya mahasiswa dan 21 artikel yang masuk prosiding yang berasal dari beberapa universitas, antara lain WR Supratman Surabaya, Universitas Negeri Makasar, Universitas PGRI Madiun, Universitas Bhayangkara, STIE, IBMT dll.

 


  • Akademik
  • Humas