Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

SURABAYA- PG-PAUD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mengudara bersama RRI Surabaya di acara Pilar Informasi Keluarga 99.2 FM. Dalam dialog interaktif kemarin para narasumber mengupas tuntas soal PAUD terutama peran pendidik PAUD dalam mempersiapkan generasi berkarakter.

 

Di acara berdurasi 50 menit tersebut, menghadirkan tiga pembicara, antara lain Drs. Djoko Adi Walujo,  ST., MM., DBA Rektor Unipa Surabaya, Anies Listyowati,  S. Pd.,  M. Pd dosen PG-PAUD, dan Nyoman Widawati Alumni/ bunda PAUD. Acara ini juga langsung dipandu Kak Fresty dari RRI Surabaya.

 

On Air berlangsung dengan sangat kondusif, seluruh narasumber mengupas berbagai problematika terkait pendidik PAUD. Djoko AW mengawali dengan bagaimana guru PAUD bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. Menurutnya seorang guru harus bisa menjadi role model dan tidak boleh ada jarak dengan anak didik agar anak bisa mengimitasi bunda PAUD.

 

Menurutnya, PAUD sendiri mengajarkan bagaimana anak mampu belajar mandiri dan tidak ketergantungan oleh karenanya guru PAUD harus pandai merayu. Di Hari Anak Nasional ini Djoko juga berpesan agar guru PAUD benar-benar bisa menjadi role model yang baik dan memberikan kasih pada AUD.

 

Sementara Anies selaku dosen menegaskan bahwasanya pendidik PAUD adalah tokoh utama setelah keluarga. Oleh karena itu, yang harus ditanamkan sejak awal adalah menerima anak apa adanya bahwa anak itu unik.

 

"Sekarang yang rawan adalah pada wali murid yang banyak menuntut anak harus bisa CALISTUNG (Baca, Tulis, Hitung), hal ini menuntut guru untuk kreatif dan inovatif dalam memaksimalkan proses pembelajaran misal mengenalkannya dengan menyanyi, menggambar, menggerakkan jari, dan sebagainya tetapi yang harus disadari adalah anak memiliki bakatnya masing-masing,"terangnya. Dia berpesan agar guru bisa menjadi mercusuar dan pendobrak.

 

"Di PG PAUD Unipa sendiri, telah memiliki PAUD binaan sebagai landasan untuk melakukan program pengabdian masyarakat dan parenting,"katanya. Hal ini, untuk memberikan pengalaman karena menjadi guru PAUD kelihatannya ringan tetapi memiliki tanggung jawab yang besar. Ia berpesan agar guru PAUD tidak lekas putus asa dan selalu iklas menjalani profesinya demi generasi bangsa ini.

 

Sebagai seorang yang terjun di lapangan Nyoman Wida mengatakan, kalau guru dihadapkan langsung dengan wali murid yang memiliki ekspektasi tinggi oleh karenanya kualitas dirinya juga harus ditingkatkan agar bisa menjadi model yang baik dan apa yang diajarkan bisa diterima.

 

Ia menegaskan ketika menanamkan karakter konsistensi itu penting dilakukan supaya berimbas pada disiplin anak. Karena guru PAUD itu amanah maka harus bisa menjadi guru yang profesional dan memiliki daya juang yang tinggi. "Namun, apabila menemui kegagalan tidak boleh menyerah karena dalam masa berkembang, yang gagal harus dievaluasi, dan mampu memahami karakter setiap anak.


  • Akademik
  • Humas