Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Surabaya- Ratusan ragam masakan ala nusantara disajikan dalam gelar cipta karya boga 2018. Gelar cipta karya yang bertajuk Revolusi Hidangan Indonesia 'Ragam Masakan Indonesia Berbasis Awetan'ini mampu menarik perhatian para pengunjung di Fave Hotel kemarin.

 

Beragam hidangan tersebut adalah karya dari 26 mahasiswa PKK Tata Boga Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya angkatan 2014. Ada 104 menu masakan Indonesia dan 104 menu awetan dari 26 Provinsi di Indonesia  yang digelar di cipta karya ini mulai dari appetizer, maincourse, dessert dan beverage.

 

"Ide awetan sendiri berasal dari keinginan untuk memberikan kemudahan bagi para penjelajah kuliner,"kata Anindya. "Nah, dengan produk awetan tidak perlu datang ke daerah tertentu hanya untuk menikmati hidangan khasnya, selain itu akan lebih praktis,"terang gadis berhijab tersebut.

 

 

Salah satu menu awetan yang dibuatnya adalah bir pletok, minuman yang terbuat dari rempah-rempah asli Indonesia, seperti serai, cengkih, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kayu secang. Cara membuatnya sangat mudah cukup rebus seluruh bahan hingga menjadi serbuk kemudian dikemas dengan plastik pouch. Cara mengkonsumsinya cukup diseduh dengan air panas saja dan produk awetan ini akan tahan 3-4 bulan.

 

Produk lainnya, seperti sayur kelor karya Ratri Catur Rosyidasari. Sayur ini biasanya hanya tahan beberapa jam saja namun setelah direnovasi menjadi cream soup of kelaq kelor  bisa tahan sampai tiga bulan. Caranya hanya dengan mengeringkan daun kelor kemudian dihaluskan dan dikemas dengan plastik press. 

 

 

 

"Jadi, kandungan gizi tidak akan hilang karena proses pemasakan yang dilakukan tidak berlebihan,"jelasnya. Dan awet tidaknya makanan tersebut bergantung pada sterilisasi, kemasan yang digunakan, dan tempat penyimpanan,"tambah Anindya.

 

Ia menambahkan bahwa awetan ini juga tidak mengandung bahan pengawet sama sekali karena menggunakan teknik sterilisasi dan teknik fermentasi yang sudah melalui uji coba sebanyak lima kali. Kami berharap produk awetan menjadi inspirasi untuk masyarakat sebagai lahan wirausaha di bidang kuliner serta masakan Indonesia bisa mendunia dan bisa dinikmati tidak hanya di dalam tetapi juga di luar negeri.

 

"Ini merupakan tugas mata kuliah gelar cipta karya yang diampu Dr. Diana Evawati, M.Kes. dan Yunus Karyanto, S.Pd., M.Pd sebagai tugas wajib bagi mahasiswa PKK Tata Boga,"ungkap Anindiya Aviantari Prayitno Ketua pelaksana acara. Selain itu, gelar cipta ini juga berlaku bagi konsentrasi Tata Busana dan Tata Rias,"tambahnya.

 

Sementara itu, untuk memeriahkan gelar cipta karya ini dihadirkan chef Ben Imantaka pemenang Hells Kichen Indonesia dan Adiba Karyanto juara umum jagoan clevo Indonesia 2017 untuk melakukan demo memasak dan menyanyi.

 

 


  • Akademik
  • Humas