Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Drs. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA (tengah) bersama pengurus Kekayaan Intelektual (KI) Unipa usai peresmian

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya kini memiliki sentra Kekayaan Intelektual (KI) sendiri. Sentra ini digunakan sebagai wadah proses untuk mendapatkan sertifikat hak paten atau hak cipta dari Direktorak Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (DJHKIHUMHAM) Republik Indonesia.

 

Drs. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA Rektor Unipa Surabaya yang meresmikan sentra ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Rektor Nomor 070/SK/IV/2018 kepada Dr. Suning, SE., MT. Kepala Pusat KI Unipa.

 

Menurut Suning, acara sosialisasi dan launching pendirian KI ini tujuannya untuk mensosialisasikan dan menginformasikan kepada civitas akademika Unipa Surabaya bahwa saat ini Unipa sudah memiliki sentra KI sehingga dosen bisa mengurus hasil karya ciptaannya dalam bentuk KI melalui sentra KI yang ada di Unipa sendiri.

Selain sosialisasi, juga ada simbolis pemberian sertifikat kepada salah satu dosen Unipa Ach. Fanani, M.Pd yang menguruskan hak ciptanya melalui akun resmi yang dimiliki oleh sentra KI Unipa.

 

"Sebenarnya, mengurus KI tidak rumit asal ada datanya,"terang Dosen Fakultas Teknik tersebut. Ia mencontohkan misalnya, buku ajar yang ingin di hak ciptakan apabila pemegang hak cipta dari universitas maka harus mempersiapkan file yang berkaitan dengan universitas seperti pendirian, NPWP dsb, sedang file lain adalah file milik masing-masing seperti cover, isi, pengalihan hak cipta, dan surat pernyataan. "Cukup lima file saja yang disiapkan untuk input data ini, jadi sangat mudah,"kata perempuan yang akrab di sapa Suning ini.

 

Ia menambahkan, Unipa memiliki 32 HKI tetapi yang 5 masih dalam proses di DJKI HUM HAM sementara yang lain masih dalam proses pendataan. Saya rasa masih banyak yang harus dikerjakan setelah ini, salah satunya memberikan informasi secara luas terkait pentingnya KI baik untuk peningkatan perguruan tinggi maupun kepengurusan jabatan fungsional dan lainnya. Dengan demikian, diharapkan akan muncul semangat baru untuk menciptakan karya yang lebih berkualitas yang memenuhi persyaratan baik dalam bentuk hak cipta maupun KI lainnya seperti paten, merek dagang , desain industri sehingga berpotensi untuk dikomersilkan.

 

Suning mengatakan, sentra KI Unipa akan melakukan kegiatan pelatihan draf paten yang akan dilaksanakan bulan September atau Oktober mendatang bekerjasama dengan Dikti maupun Kopertis yang mana pesertanya adalah mereka yang memiliki karya yang berpotensi paten. "Jadi, seluruh potensi yang dimiliki dosen dan mahasiswa bisa dipatenkan seperti skripsi, tesis, desertasi, dan juga hasil seluruh penelitian semua bisa dipatenkan,"tandasnya.  

 

Sementara itu, pihaknya mengatakan sentra yang dibangun di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ini sangat membantu meningkatkan nilai akreditasi perguruan tinggi maupun program studi selain akan mempermudah dosen dalam mengurus hasil karyanya juga membantu mempercepat proses pengembangan karirnya.

 

Ia juga menargetkan, seluruh karya buku ajar yang masuk di katalog universitas nantinya harus tersertifikasi hak cipta, walaupun sekarang masih minim dengan sentra ini akan meningkatkan 20-30 persen karya dosen yang bisa dipatenkan.

 


  • Akademik
  • Humas