Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Alfian dan Mahardika, mahasiswa PBSI asal Surabaya berhasil menerbitkan buku. Alfian menerbitkan buku kumpulan cerpennya berjudul Bau Badan yang Dilarang. Adapun Mahardika menerbitkan buku kumpulan puisinya berjudul Doa yang Lebih Pendek dari Puisi.

 

Dua buku tersebut lahir pada bulan yang sama, Maret 2018. Walau demikian, mereka memilih penerbit yang berbeda. Terdapat banyak hal menarik, pelik, bahkan mencekik dalam karya yang penuh kontemplasi dan kepekaan lingkungan ini. “Di dalam sana, anda boleh melakukan apapun. Termasuk bahagia,” ujar Mahardika.

 

Alfian dan Mahardika seyogyanya adalah kawan satu kelas di kampus. Tetapi mereka tidak saling tahu ihwal penerbitan buku kawannya. Di sisi lain, kehadiran buku mereka tampak sebagai penguatan habitus bahwa PBSI UNIPA Surabaya senantiasa berinovasi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan mahasiswa Ngagel yang telah lebih dulu mengorbitkan karya secara mandiri.

 

“Melalui Mahardika dan Alfian, dua karya ini tidak saja lahir dari pembiasaan apresiasi dan kritik sastra yang dikurikulumkan oleh Prodi. Namun lebih dari itu, mereka telah menjelajahi suatu kegelisahan pada ranah masing-masing dan mengabadikannya dalam olah karya.” Ujar Dr. Sunu Catur.

 

Kaprodi yang juga pengamat budaya tersebut mengimbuhkan. Kehadiran dua buku ini bukanlah sebuah tugas akhir. Melainkan paragraf awal yang memantik gairah untuk terus berkarya. Baik bagi Mahardika dan Alfian, ataupun mahasiswa lain.


  • Akademik
  • Humas