Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Surabaya- Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya memiliki cara sendiri dalam memaknai Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni. Menurut Fransiskus Savio Dun ketua pelaksana acara selain menyelenggarakan seminar kebangsaan juga akan digelar upacara bendera yang akan diikuti seluruh civitas akademika Unipa Surabaya. Kamis, (31/5).

 

Di Gelora Hasta Brata, seminar kebangsaan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut mengangkat tema "Memperkokoh Benang Merah Putih NKRI di Era Revolusi Industri 4.0" yang menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, yakni  Prof. Dr. Warsono,  M. S.  Rektor Unesa,  Drs. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA Rektor Unipa Surabaya, dan Dr. Saiful Rachman,  MM., MPd Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur yang berhalangan hadir dan diwakili oleh Drs. Didik Dwiyanto, MM Sekretaris Pendidikan Prov. Jawa Timur. 

 

Diperingatan tonggak kelahiran ideologi kebangsaan tersebut banyak hal yang menjadi catatan tentang bagaimana mengukuhkan ke-Indonesiaan kita seperti yang disampaikan  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr.  Suhari,  SH., M.Si keynote speaker acara. Menurutnya, sekarang ini begitu marak pertikaian, pertengkaran, dan permusuhan antarsesama yang menyebabkan melemahnya etika dan norma. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan strategi penguatan jati diri.

 

Djoko AW mengatakan, seminar ini adalah acara rutin bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pancasila yang tujuannya untuk memberikan pesan moral terkait kenegaraan. Misalnya bagaimana melihat radikalisme, mengantisipasi berita bohong , dan mengajari untuk skeptis atau tidak mudah percaya dengan berita yang ada, terlebih mereka harus paham di negara yang multivarian ini harus dijaga bersama keutuhannya.

 

Dia menegaskan bahwa era revolusi industri 4.0 adalah era penggoda artinya rentan dengan godaan. Oleh karena itu, yang harus dilakukan agar tidak terjerumus dengan hal yang negatif kuncinya adalah dengan mengembangkan kreativitas dan tidak membudayakan copy paste.

 

Sementara itu, Prof. Warsono mengungkapkan bahwa akibat dari revolusi industri akan melahirkan kolonialisme yang dilakukan oleh negara-negara Eropa.  Ini terjadi karena jumlah produksi yang cepat dan dalam jumlah yang besar.  Menurutnya, kunci utamanya adalah toleransi yang harus dibangun dengan rasa saling menghargai satu sama lain seperti dalam pancasila sila kedua. 


  • Akademik
  • Humas