Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Ajarkan Jiwa Kompetisi Melalui Lomba Sekaligus Gelar Salat Ghaib Untuk Lima Polisi yang Tewas di Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

 

Kirim doa: peserta lomba tegak tangguh sholat ghoib bersama untuk lima polisi yang tewas di rutan mako brimob

Surabaya- Peserta lomba Tegak Tangguh (LTT) tingkat SMA/MA/SMK sederajat menunjukkan aksi peduli terhadap lima polisi  yang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di rutan Mako Brimob. Aksi ini ditunjukkan dengan menggelar salat ghaib bersama yang dipimpin langsung oleh Mohammad Aliyan Ashadi dari pangkalan Universitas Darussalam Gontor di lapangan Semangat PAGI Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Kamis, (10/5).

 

Di tengah-tengah para peserta nampak Rektor Unipa Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA. Usai salat Djoko AW memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap para peserta lomba LTT yang digelar oleh Pramuka Racana Dharma Pandu. Menurutnya, pramuka adalah patriot-patriot bangsa yang cinta terhadap tanah air tentunya setiap ada kejadian yang membuat negara menjadi gundah gulana harus dan wajib mengambil peran apalagi di dalam pramuka mengangkat sebagai warga bangsa yang memiliki kasih sayang terhadap sesamanya disamping berketuhanan sebagai batin dan titik tolak seorang pramuka, oleh karenanya dengan adanya kejadian dan bencana ini mereka berdoa dan berharap tidak terjadi lagi.

 

Sebagai warga yang cinta damai Djoko menghimbau, apa pun yang terjadi kekerasan harus dihindari di negara yang multi varian ini, karena di negara yang beraneka ragam ini akan mudah di adu domba. Selain itu, sebagai pemimpin di universitas dia juga punya take line khusus yakni jadilah kulkas janganlah jadi kompor gas yang suka memanas-manasi suasana.

 

Menanggapi aksi teroris ini, Djoko mengatakan, pihaknya sangat tidak menyukai tindakan-tindakan yang mampu menimbulkan kekerasan sampai menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, apa pun yang terjadi  hal itu harus dihilangkan dari muka bumi ini. Dia pun berharap budi luhur sebagai warga bangsa harus dikembalikan kepada rohnya sebagai warga yang tidak satu tetapi disatukan.

 

Sementara itu, ditengah-tengah suasana berkabung 366 peserta dari 40 sangga, 22 pangkalan, yang datang dari 8 kabupaten di Jawa Timur seperti Lamongan,  Madura,  Surabaya,  Sidoarjo,  Kediri,  Situbondo, Mojokerto,  dan  Pasuruan tetap antusias mengikuti setiap lomba.

 

 

Menurut Rizqi Intan Rahayu Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, ada sembilan lomba di LTT kali ini, antara lain Fashion Show tema seribu satu cerita di negeri dongeng, fruit carving bunga matahari dengan media buah semangka, Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tema Pramuka sebagai Pioner Revolusi Mental di Era Modern, English Corner dengan tiga sub tema yaitu pramuka itu tetek,  pramuka itu tangguh,  dan pramuka itu trengginas,  Scout Chalance berupa cerdas cermat tentang wawasan kepramukaan,  kebangsaan, dan pengetahuan umum,  poster,  pionering 47 tongkat, koloni tongkat, dan fotografi. 

 

Lomba fashion show kreasi koran bekas

 

Kegiatan pramuka memberikan edukasi yang sangat positif , antara lain penanaman karakter, kreativitas, melatih kebersamaan, saling memiliki identitas, dan satu pikiran.  Selain itu, pramuka juga mampu menjaga NKRI dari beberapa aspek, melalui penerapan Dasa Darma dan Tri Satya.

 


  • Akademik
  • Humas