Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

TERAMPIL BERMAIN: IRENE SAAT MEMAINKAN ALAT MUSIK ORGEN

 

Surabaya- Irene Pratiwi Kanan mahasiswa Pendidikan Khusus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini sangat terampil dalam memainkan alat musik khusunya piano dan gitar. 

 

Bakat terpendamnya ini dia miliki sejak kecil secara otodidak. Saat diminta mengiringi acara peringatan Down Syndrom dan Autis, perempuan penyandang Tunanetra total ini mengaku sangat senang. "Puji syukur masih banyak yang peduli dengan dengan disabilitas, "ucapnya.  

 

Perempuan yang besar di Kota Apel Malang ini mengaku walaupun Malang disebut sebagai kota inklusif dalam dua tahun terakir perhatian dinas pendidikan mulai kendor. Seperti sekolah inklusi yang terbatas,  dana bantuan yang belum merata, tidak ada guru pendamping khusus dan tidak ada pengawas khusus ABK berbeda dengan Surabaya masih lebih baik. 

 

Menurutnya, acara yang bertajuk "Peduli,  Kenali, dan Sayangi Disabilitas" seperti yang digelar HimaProdi PKH Unipa Surabaya dalam rangka Dies Natalis Unipa Ke-47 sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian kepada Disabilitas. Selain itu, ini pelajaran buat para mahasiswa di luar pendidikan khusus juga.  

 

Sementara itu, Mochamad Irvan, S.Pd., M. Pd narasumber acara ini mengungkapkan, anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang membutuhkan layanan khusus karena mereka terlahir berbeda. "Nah, tugas kita adalah mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan layanan yang terbaik buat mereka yang memiliki keterbatasan baik fisik maupun mental, dan inilah tujuan dari workshop ini,"terang Irvan di ruang ajang gelar Unipa. Sabtu, (7/4). 

 

Penyandang disabilitas berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan anak normal. Tidak hanya di dunia pendidikan tetapi juga di dunia kerja, hanya saja pendekatannya saja yang berbeda. 

 

Acara ini mendapat dukungan yang positif dari Rektor Unipa Drs.  Djoko Adi Waludjo,  ST.,  MM.,  DBA.  Dalam sambutannya, dia sangat mengapresiasi adanya Autism Awareness yang diberikan kepada Jihan Veradiba salah satu penyandang Down Syndrom. 

 

Sebanyak 60 peserta workshop yang berasal dari dalam dan luar Unipa Surabaya sangat mengapresiasi workshop tentang Peduli,  Kenali,  dan Sayangi Disabilitas. Karena para peserta diarahkan untuk mengenali lebih jauh tentang ABK melalui pre tes yang dilanjutkan dengan pemaparan materi untuk menambah pengetahuan mereka.  (*)


  • Akademik
  • Humas