Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SURABAYA- Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait penyebaran penyakit difteri, Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya menggelar vaksinasi difteri serentak bagi mahasiswa yang berusia maksimal 19 tahun.  Dalam hal ini Unipa menggandeng Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk memberikan vaksinasi kepada 538 mahasiswa Unipa Surabaya. Kamis, (8/3)

 

Fachrullya, AMd.Keb dari Puskesmas Morokrembangan mengatakan, melalui Outbreak Response Immunization (ORI) bisa mencegah penyebaran penyakit difteri yang apabila dibiarkan bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Difteri sendiri seringkali terjadi di saluran atas tetapi difteri juga bisa mengenai mata, kulit, dan kelamin.

 

"Kali ini giliran mahasiswa Unipa Surabaya yang diberi vaksin,"kata Lia. Ini terjadi berkat adanya kerjasama antara Dinkes dengan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA). Pernyataan ini dibenarkan oleh Dra. Diah Karunia Binawati, M.Si Kabiro BKA Unipa.

 

 "Alhamdulillah, antusiasme mahasiswa sangat baik, ada yang sampai menangis dan teriak-teriak karena takut dengan jarum salah satunya mahasiswi dari prodi Matematika Afrisca Marsella,"ucap Diah sambil tersenyum. Ia mengatakan bahwa pemberian vaksinasi ini akan dilakukan sebanyak 3 kali selama satu tahun ini, yakni pada bulan Maret, Juli, dan November 2018 karena satu atau dua kali saja tidak cukup harus sampai tiga kali supaya imunnya benar-benar baik.

 

Sementara itu, Lia mengatakan bahwa di Jawa Timur pemberian vaksin difteri sudah hampir menyeluruh dimulai pada bulan Januari lalu dan ini dilakukan pada anak usia 1 hingga 19 tahun karena di usia ini wajib bagi mereka buat divaksin.

 

Menurut Lia, bagi yang sudah berusia di atas 19 tahun tidak perlu ikut vaksinasi difteri hanya perlu menjaga daya tahan tubuh supaya tidak cepat drop, aktif berolahraga serta banyak makan sayur dan buah-buahan.

 

Ia menghimbau apabila terjadi panas lebih dari 38 derajad, nyeri telan, terdapat bercak putih ke abu-abuan di lapisan membran di pangkal tenggorokan harus segera datang ke rumah sakit agar bisa segera cek laboratorium karena ini adalah beberapa ciri-ciri dari penyakit difteri. "Rumah sakit rujukan satu-satunya yang menangani masalah difteri di Jawa Timur adalah RS. Dr. Soetomo,"tambahnya. (*)

 


  • Akademik
  • Humas