Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa)  Surabaya menggelar Seminar Internasional "Culture Psychology in Eduction" yang menghadirkan narasumber langsung dari Associate Professor, Sanno University,  Japan Kiyomi Banda, Ph.D dan Rektor Unipa Surabaya Drs.  Djoko Adi Waludjo,  ST.,  MM.,  DBA. Kamis,  (8/3).

 

Di Gedung Soelaiman Joesoef, Kiyomi mengenalkan bagaimana pendidikan yang ada di Jepang mulai dari pendidikan anak 5 tahun hingga 11 tahun.  Menurutnya,  siswa Jepang memiliki pertimbangan lebih terkait tujuan pendidikan daripada siswa Amerika.

 

Hal tersebut dicontohkan Kiyomi bahwa anak-anak Jepang suka berbagi tugas dan peran yang sama yang mana diharapkan mereka dapat menyelesaikan tugasnya.  Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, hal ini dipengaruhi pendidikan dan kecerdasan orang tua yang berdampak pada kecerdasan anak.

 

Selain itu,  siswa Jepang juga dilatih dalam tes. Mereka ditanamkan tentang keteguhan dan kemandirian yang diharapkan dapat memunculkan sebuah usaha dalam menyelesaikan sebuah tes dan ini sebaliknya pada siswa Amerika,"terangnya.  Menurut Kiyomi,  siswa Jepang memiliki tingkat kebahagiaan lebih rendah dari pada yang lain tetapi melek pengetahuannya tinggi.

 

Kiyomi juga menambahkan, bahwa di Jepang ada tes bagi siswa untuk menjawab 20 pertanyaan yang sama yakni pertanyaan tentang 'siapa saya' dan harus dijawab dengan jawaban  yang berbeda oleh siswa. Ia mengatakan, ini terkait dengan peran mereka di masyarakat dan ini benar-benar dimulai sejak dini. 

 

Sementara Djoko menyampaikan, bahwa guru direvolusi 4.0 perlu menajamkan berpikir dan punya ambisi.  Karena era cyber memerlukan kecepatan, kelenturan,  penyatuan,  dan penemuan.

 

Seminar yang diikuti guru-guru Bimbingan dan Konseling se-Surabaya ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para peserta, hal tersebut ditunjukkan dari antusiasme peserta memberikan pertanyaan terkait pendidikan di Jepang yang bisa diadopsi di Indonesia. (*)

 

 

 

 


  • Akademik
  • Humas