Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

MONEV:  Kepala LPPM Unipa Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program KKN-PPM  Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya di Kec. Gondang Mojokerto.

 

Surabaya- Monitoring dan Evaluasi (Monev) program KKN-PPM  Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya berlangsung dengan lancar di tiga kecamatan, yakni Kec. Gondang, Kec. Prambon, dan Kec. Tulangan. Monev ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

 

Menurut Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unipa dari tahun ke tahun kegiatan KKN-PPM semakin menunjukkan kemajuan, hal tersebut ditunjukkan dari program-program yang diusung selalu mengikuti perkembangan zaman, tentunya program ini untuk pemberdayaan masyarakat agar dapat menciptakan "Desaku Pintar, Sehat, Aman, Produktif, dan Kreatif".

 

Di Tulangan monev KKN-PPM dilakukan oleh Dr. Untung Lasiono, SE., M.Si Wakil Rektor II, di Prambon oleh Drs. Pungut Asmoro, ST., MT Wakil Rektor III, dan di Gondang diwakili oleh Kepala LPPM Unipa Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes karena Dr. Hartono, M.Si Wakil Rektor I berhalangan hadir. Selasa, (201/2)

 

Dalam monev ini, setiap koordinator desa (kordes) wajib hadir di kecamatan untuk memberikan laporan hasil KKN-PPM yang sudah dilakukan di desa-desa. Namun, ada sebagian desa yang programnya tidak berjalan dengan lancar hanya sebatas sosialisasi saja, seperti program pembuatan probiotik, biogas, pembuatan bumbu instan, PIRT pemasaran online, dan bugar desa. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor dari kondisi desanya sendiri atau pun masyarakat yang menolak dengan program pemberdayaan yang diusung para mahasiswa. Akan tetapi, berbagai kegiatan tambahan dibuat sebagai pengganti program yang tidak berjalan diantaranya membuat papan nama jalan, perbaikan MCK, penanaman pohon kelor, membuat peta potensi desa, web desa, ajarkan warga menggunakan google bisnis, dan lain-lain.

 

Sukarjati Kepala LPPM Unipa menghimbau agar mahasiswa bisa memberdayakan kembali taman bacaan di setiap desa karena hal tersebut penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai hal. Selain itu, sebagai bentuk dokumentasi dari kegiatan KKN-PPM ini mahasiswa diminta untuk membuat artikel dari setiap kegiatan yang dijalankan di desa minimal 3 artikel dan video kegiatan dengan durasi 10 menit.

 

Sementara itu, Sukarjati berharap agar di waktu yang tinggal sepekan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bisa menyelesaikan program yang belum terlaksana salah satunya membuat taman bacaan dan bumbu instan yang memang diperlukan sehari-hari oleh masyarakat. Di samping itu, penggunaan bahasa yang baik dan benar sangat penting karena bahasa bisa menjadi kendala saat melakukan sosialisasi pada masyarakat. (*)

 

 

 


  • Akademik
  • Humas