Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Surabaya- Kopertis Wilayah VII Jawa Timur menggelar workshop Penyamaan Persepsi  Penilaian Kinerja Dosen bagi Dosen PTS Calon Asesor, di kampus II Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Workshop ini dibuka langsung oleh Dr. Widyo Winarso, M.Pd., Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VII.

 

Ditemui usai pembukaan berlangsung Widyo menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas calon asesor. Karena para calon asesor ini yang nantinya akan menilai beban kinerja dosen. Tentunya, untuk bisa bertugas harus memenuhi kriteri persyaratan tertentu. Widyo menghimbau, agar  peserta bisa memanfaatkan sebaik-baiknya workshop ini dan berlatih simulasi-simulasi menilai agar bisa bertugas sebagai asesor yang baik ke depannya.

 

Dalam workshop ini, terdapat 70 dosen calon asesor, mereka berasal dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jatim. Di antaranya dari  tuan rumah Unipa Surabaya, STIE Perbanas Surabaya, STIE Perbanas Malang, UK Petra Surabaya, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Hang Tuah Srabaya, Universitas Narotama Surabaya, Universitas Merdeka Surabaya, UWK Surabaya, Universitas Widyagama Malang, dan Untag Banyuwangi. 

 

 

"Nantinya, kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 12  Februari 2018 angkatan pertama, dan 13 Februari 2018 angakatan kedua. Peserta calon asesor akan mendalami berbagai materi terkait beban kerja dosen dan kebijakan Pasca-Serdos, rubrik yang disempurnakan, serta latihan penilaian dan kasus yang akan dipandu langsung oleh Prof. Dr. Drs. Agustinus Ngadiman, M.Pd., dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Prof. Dr. Rudy Handoko, M.S., dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, terang,"R.P. Subekti, SH., M.Si., selaku Ketua Panitia Workshop.  

 

 

Dr. Sopanah, S.E., M.Si., salah satu peserta workshop dari Universitas Widyagama Malang mengatakan sosialisasi ini  bertujuan untuk penyamaan persepsi, karena untuk dosen yang telah tersertifikasi harus punya beban kerja dan laporan kinerja."Nah, untuk menilai BKD atau LKD tersebut, diperlukan asesor yang berkompeten, dan para peserta ini sebagai calon asesor yang akan bertugas sebagai asesor untuk menilai kinerja dosen-dosen yang tersertifikasi. Jadi, poin-poinnya biar sama,"tuturnya.  

 

Menurutnya, tugas utama asesor adalah mengevaluasi BKD dan LKD seluruh dosen yang telah tersertifikasi. Jadi dosen yang telah tersertifikasi punya kewajiban setiap semester mengampuh tridharma perguruan tinggi 12-16 kredit harus terdiri atas 3 poin yakni  pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.  

 

Sementara itu, Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, S.T., M.M., DBA, mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Kopertis Wilayah VII ini, karenanya Unipa menyediakan berbagai fasilitas untuk kegiatan ini. Menurut Djoko kegiatan ini sangat luar biasa karena ini adalah penyamaan persepsi, tentunya, ini suatu titik tolok bahwa para asesor nantinya yang akan menilai beban kinerja dosen. "Unipa Surabaya sendiri, memiliki 272 dosen dan 117 di antaranya telah tersertifikasi sebagai pendidik profesional.