Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

CERAMAH ILMIAH: Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng., Sc. Ditjen Kelembagaan IPTEK Dikti saat  menyampaikan sosialisasi PTS di Gelora Hasta Brata Adi Buana.

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya benar-benar serius menanggapi isu yang tengah beredar tentang akan adanya penggabungan dan penyatuan (merger) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam rangka memenuhi target Kemenristekdikti untuk mengurangi seribu PTS hingga akhir tahun 2019. Menurut Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng., Sc. Ditjen Kelembagaan IPTEK Dikti yang sengaja dihadirkan merger ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan menghadirkan kampus yang sehat yang sesuai dengan Standart Nasional Perguruan Tinggi. Sabtu, (10/2) kemarin.

 

Di dalam ceramah ilmiah yang gelar Unipa Surabaya, Patdono benar-benar menganjurkan agar kampus-kampus kecil dapat berkongsi atau bergabung dengan kampus lain. Bahkan, Kemenristekdikti akan memberikan insentif berupa akreditasi prodi  tertinggi dari kedua kampus itu apabila mau melakukan merger, dalam proses kepengurusan akan dipermudah dan juga diberikan izin membuka prodi baru selain STEM (Sains, Teknik, Engineering, dan Matematika). Akan tetapi bisa membuka prodi untuk rumpun sosial.

 

Patdono juga menjelaskan banyaknya perguruan tinggi swasta ini salah satunya karena dalam satu yayasan kecenderungan memiliki banyak PTS yang dibangun sehingga dirasa tidak efektif dan efisien.

 

Patdono mengatakan, seiring dengan peraturan pemerintah yang harus didukung, PTS juga harus siap-siap dengan masuknya era revolusi industri 4.0 serta kehadiran perguruan tinggi asing yang nantinya bakal masuk di Indonesia. Karena PT asing tidak bisa dicegah lagi untuk itu pendidikan karakter bangsa harus terus ditegakkan sesuai dengan Undang-undang No. 12. "Di sini menuntut kesiapan PTS menerima era big data untuk online and distance learning,"tuturnya.

 

Ketua LPPI Unipa Dr. Marianus Subandowo, MS menerangkan, era revolusi industri yang dimaksud di sini adalah era di mana kapasitas-kapasitas big data jadi semua harus berbasis data atau kapasitas terhadap suatu teknologi yang berbasis IT. Untuk menyikapi masuknya era digital ini adalah tugas berat bagi perguruan tinggi karena tidak mudah dan tidak murah tetapi semua bisa asal ada kemauan.

 

menurutnya, untuk menyikapi hal ini harus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni tentunya tidak boleh berbasis target tetapi proses itu harus dilakukan dengan sehat sehingga menjadikan PT yang sehat pula.

 

"Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan untuk melakukan kolaboratif yang sifatnya beradaptasi bukan persaingan, dengan kolaboratif diharapkan dapat membangun manusia lebih baik, membangun peradaban dunia yang lebih beradap, sehingga globalisasi itu sangat penting untuk dicermati secara positif atau open minded dengan segala informasi,"tambahnya.

 

Unipa sendiri, tengah mempersiapkan diri dengan terus menyempurnakan e-learning yang akan mempermudah ruang dan waktu dalam menyelenggarakan pembelajaran. Karena era konvensional seiring dengan waktu akan berubah tanpa meninggalkan kearifan era konfensional itu sendiri. Seperti Rektor Unipa Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA yang mengatakan bahwa Unipa Surabaya telah siap dengan era revolusi industri 4.0. yang akan memunculkan banyak kemungkinan.

 

 


  • Akademik
  • Humas