Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Surabaya- Seminar Pendidikan Karakter Kader Bangsa yang diselenggarakan Lembaga Pemberdayaan Intelektual dan Kajian-Kajian (LPIK) sebagai upaya membangun  kesamaan berpikir untuk membangun kerukunan. Hal ini, sejalan dengan visi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam merawat karakter bangsa.

 

Oleh karena itu, seminar sehari ini lebih difokuskan hanya pada dosen muda di lingkungan Unipa, nantinya sebagai generasi penerus mereka memiliki kesamaan kolektif berpikir dalam hal moral agar tidak sampai terjadi salah langkah,"terang Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes. Ketua LPIK Unipa.

 

Sebanyak 116 dosen muda ini diarahkan untuk memahami pentingnya sebuah ideologi yang akan menjadi peluru untuk menolak sebuah perpecahan,"tambahnya.

 

Pancasila sebagai ideologi negara bisa terwujud apabila masing-masing orang memiliki pendidikan karakter,"terang ketua LPIK tersebut.

 

Terasa istimewa sekali, dalam seminar sehari ini menghadirkan 6 (enam) narasumber pakar pendidikan dan pakar sosiologi pendidikan. Mereka antara lain Prof. Zainuddin Maliki, M.Kes, Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA, Dr. M. Subandowo, MS, Dr. Yoso Wiyarno, M.Kes, Dr. Sunu Catur Budiono, M.Hum, dan I Wayan Arsana, M.Pd.

 

Seminar yang sedang berlangsung di Gedung Soelaiman Joesoef Kampus II Unipa ini, bertujuan agar para dosen nantinya bisa menularkan kepada mahasiswa hal-hal yang positif yang berdampak pada timbulnya sebuah kerukunan. "Sebuah kognitif harus dibangun dengan tetap memegang teguh pada ideologi sebagai norma atau tata krama,"ungkap Djoko Rektor Unipa Surabaya.

 

Banyak materi yang bisa diserap para dosen melalui seminar sehari ini, mulai Ideologi Kebangsaan dalam Sinergisme Kekuatan NKRI, Komunikasi Akademik dan Masyarakat yang Berkarakter, Idealisme Pendidikan dalam Membentuk Karakter Bangsa, Karakter Bangsa, Manajemen Konflik yang Berkarakter, dan Tantangan Generasi Berkarakter di Era Sosmed Global.

 

Menurut Gempur, seminar pendidikan yang digagasnya berdasarkan pada kondisi saat ini, bahwa ada 2 persen yang menolak Pancasila dan 97 persen  menerima Pancasila sebagai harga mati, dan 1 persen masih bimbang. Selain itu, kecenderungan kasus terkait moral semakin meningkat, ini adalah sesuatu yang harus dikaji bersama. Nanti akan ada kesimpulan bagaimana karakter bangsa Indonesia terkait dengan keadaan saat ini.

 

Yang harus dilakukan kader bangsa untuk menyikapi menipisnya moral adalah dengan memahami Pancasila sebagai ideologi atau dasar negara. "Terang Gempur. Sementara itu, Djoko AW, pihaknya menegaskan bahwa negara harus mempunyai suistanbilitas oleh karenanya harus dibangun seorang kader yang akan meronce atau merangkai dari titik satu ke titik yang lain agar bangsa tetap eksis. “Ideologi adalah bekalnya,”ucapnya.

 

Ia juga mengatakan, ideologi akan menjadi bintang pengarah untuk meronce kebersamaan dan meniadakan yang tidak perlu,"terang Djoko.

 

Menurutnya, para dosen muda ini adalah kader-kader Adi Buana yang akan menjadi teladan bagi mahasiswanya, oleh karena itu apa yang ditanamkan pada seminar ini akan menjadikan mereka dosen yang unggul di masa mendatang. (rm23)

 


  • Akademik
  • Humas