Secondary Nav

Menu

Berita Kampus


Para peserta Pelatihan sedang menyimak materi yang sedang disampaikan Narasumber

Surabaya- Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi selenggarakan Pelatihan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten, di Garden Palace Hotel Surabaya. Pelatihan menciptakan peluang riset ini bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya.

"Kami ingin membangun pemahaman dan kemampuan peneliti dan institusi agar dapat menghasilkan penelitian yang berorientasi paten,"kata Kepala LPPM Dr. DraSukarjati, M. Kes. Kemarin.

Sukarjati menambahkan, usai pelatihan diharapkan peserta dapat menerapkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan pada kegiatan penelitian dan melakukan sosialisasi di lingkungan perguruan tinggi masing-masing agar apa yang diperoleh bisa didesiminasikan.

Pelatihan tiga hari tersebut diikuti 95 peserta dari dosen dan peneliti. Para peserta berasal dari 19 perguruan tinggi se-Jatim. Diantaranya dari Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah, Unipa Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Putra, dan lain-lain.

 

Menurut Ir. Razilu, M.Sc Dir. TIKI Ditjen Intelektual dosen akan teruji kualitas sebagai peneliti dan dianggap mempunyai kualitas baik, apabila hasil penelitiannya selain dapat dipublikasi maka juga harus bisa dilindungi paten. Karena, ketika hanya dipublikasi apabila dikemudian hari patennya bernilai komersial maka tidak bisa menggungat orang lain dan tidak bisa menahan orang lain.

"Oleh karena itu, dengan paten akan bisa melarang pihak lain yang mengeksploitasi nilai ekonomi dari hasil penelitiannya,"terangnya.

Razilu mengatakan, perguruan tinggi sudah seharusnya memberikan sosialisasi dengan cara mengumpulkan seluruh dosen dan memberikan pencerahan terkait keintelektualan itu sendiri, hal itu bisa dilakukan melalui liflet maupun website yang bisa dibaca oleh semua civitas akademika.

"Saya minta supaya semua penelitian diarahkan pada penelitian berbasis KI (Kekayaan Intelektual) apakah itu paten, menghasilkan hak cipta atau menghasilkan desain industri. Dia pun menegaskan bahwa paten sangat penting untuk menghargai karya yang dihasilkan dari olah pikir manusia.

Direktur Informasi dan Kekayaan Intelektual juga mengungkapkan apabila perguruan tinggi memiliki banyak KI atau paten, selain akan menjadi kebanggaan juga bisa menjadi salah satu syarat untuk menjadi world class university.  

Paten sendiri dilindungi Undang-undang RI Nomor 13 tahun 2016. Sejak tahun  1991 di Indonesia sudah mulai banyak permohonan. "Memang pertambahannya tidak terlalu signifikan, di tahun 2016 ini lebih dari 9 ribu permohonan paten yang sudah diajukan,"terangnya.  

Razilu menegaskan bahwasanya prosesnya tidak sulit asal disiapkan dokumen dan seluruh persyaratan lebih awal, namun apabila ada yang belum memenuhi akan ada proses komunikasi lanjutan yang mungkin bisa memperlambat. Untuk itu, melalui pelatihan ini akan diberitahukan dokumen apa saja yang perlu disiapkan untuk mendapatkan paten lebih mudah.


SAMBUTAN: Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA saat memberikan sambutan di Garden Palace Hotel Surabaya.

Sementara itu, Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh untuk riset ini ke depan, karena sebuah riset yang dihasilkan menunjukkan produktivitas para dosen di perguruan tinggi. (*)


  • Akademik
  • Humas