Secondary Nav

Menu

Gaya Hidup

JAKARTA - Sebagai seorang mahasiswa, terutama para perantau, mengelola keuangan bukanlah hal yang mudah. Uang kiriman setiap bulan yang diberikan orangtua habis begitu saja tanpa tahu kemana perginya.  
Untuk itu, Senior Financial Advisor Akbars Financial Checkup (AFC) Aidil Akbar Madjid berbagi tips untuk para mahasiswa, khususnya para perantau. Kuncinya, kata Aidil, mahasiswa harus mengalokasikan uang bulanan mereka dalam bentuk tabungan atau investasi.
 
"Mahasiswa rantau dapat kiriman tiap bulan sama seperti karyawan terima gaji. Perlakuannya pun sama. Setiap dapat kiriman usahakan untuk menabung dan berinvestasi dengan minimum alokasi sebesar 15 persen," kata Aidil kepada Okezone selepas seminar bertajuk "Build Your Career on Financial Field, Are You Ready?" di Bina Nusantara (Binus) Business School, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 26 Februari malam.
 
Jika tidak mengalokasikan pendapatan untuk menabung atau investasi, lanjutnya, berapa pun kiriman uang bulanan pasti akan habis. "Begitu uang mepet, dia akan sangat kreatif. Seperti saya yang membeli mie instan tiga dus di awal bulan untuk mengatasi minggu-minggu selanjutnya. Walaupun saya tetap punya tabungan sebesar Rp100-Rp200 ribu," tuturnya.
 
Menurut Aidil, belajar mengatur keuangan harus setengah dipaksa supaya menjadi kebiasaan. Begitu dilakukan dengan sukarela, itu akan jadi kebiasaan sehingga dia akan aman.
 
"Karena ketika menjadi kebiasaan, kita sadar berapa pun uang yang kita dapat, tidak semuanya dapat digunakan. Misalnya, saya talkshow dapat Rp1 juta, saya sadar hanya Rp600 ribu yang bisa saya gunakan. Begitu pula kelipatannya," papar Aidil.
 
Dia mengimbuh, banyak ragam investasi yang cocok bagi mahasiswa. Mulai dari emas atau logam mulia serta investasi di bursa berupa reksa dana.
 
"Beli emas atau logam mulia lebih mahal, yakni Rp525 ribu sementara reksa dana bisa dengan uang Rp100-250 ribu. Sehingga tidak perlu memiliki uang banyak baru bisa investasi. Manfaatkan produk-produk yang ada, diolah secara profesional tapi dengan minimum investasi yang rendah, kita bisa mencicipi berinvestasi," imbuhnya.
(mrg)


original link : klik disini


  • Akademik
  • Humas