Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

KOMPAK: Foto bersama dengan dua tokoh besar Jatim Dahlan Iskan dan Prof Dr H Ahmad Zahro MA (tengah) pada halal bi halal 1438 H di Gelora Hasta Brata Adi Buana

 

Surabaya-Halal bi halal keluarga besar Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya menjadi ajang silaturahmi yang rutin dilakukan setiap tahun. Tahun ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh dua tokoh besar Jawa Timur yaitu Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN dan Prof Dr H Ahmad Zahro MA pakar fiqih kontemporer. Kehadiran dua tokoh besar ini sebagai motivator kinerja Sumber daya Manusia civitas Adi Buana Surabaya. Selasa, (4/7).

Dalam acara ini juga dihadiri oleh para pendiri Unipa Surabaya yaitu Prof Dr Iskandar Wiryokusumo MSc, Drs Ali Basjar MSi. Drs H Matadjit MM, dan Drs H Sutijono MM. Selain itu, Ikatan Wanita Adi Buana (IWA) turut pula hadir dan memeriahkan acara halal bi halal ini.

Dalam halal bi halal tersebut Dahlan menyampaikan bahwa “Banyak orang ingin maju dan makmur tapi orang biasanya lupa bahwa untuk bisa maju dan makmur ada syarat yang harus dipenuhi yaitu rukun. Sejarah membuktikan pada zaman apa pun kemajuan hanya terjadi pada saat mereka rukun, apakah pada zaman dinasti Tang, zaman kejayaan Islam Abasiyah, zaman majapahit atau pada zaman apa pun kemajuan dan kemakmuran baru bisa diperoleh kalau terjadi kerukunan dalam kurun yang panjang.

Dalam rangka halal bi halal ini, Rektor Unipa Surabaya Drs Djoko Adi Waludjo ST MM DBA mengucapkan maaf lahir batin kepada segenap dosen dan karyawan Unipa Surabaya. Menurutnya, dalam perjalanan ini lembaga tidak selalu merespons secara positif apa yang mungkin diinginkan.

Menurut pemimpin yang dikenal ‘nyentrik’ dengan asesoris pramuka ini, kehadiran wartawan seniorbisa memberikan motivasi terhadap kinerja Sumber Daya Manusiacivitas Adi Buana selain bisa memotret Unipa Surabaya sendiri. “Alhamdulillah,  kesan yang diberikan sangat baik,”ungkapnya.

Selain itu, warning yang disampaikan dapat menjadi acuan ke depan bagi Unipa Surabaya bahwa kerukunan adalah inti dari berdirinya sebuah perguruan tinggi yang besar. Selama ini banyak perguruan tinggi yang hancur karena ketidakhamonisan antara badan penyelenggara dan rektornya. Hal tersebut akan menjadi pegangan bagi kami ke depannya,” kata Djoko AW. (*)


  • Akademik
  • Humas