Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

UNJUK KEMAMPUAN: Penampilan kreativitas yang ditampilkan mahasiswa PGSD.

 

SURABAYA- Ajang Ekspresi Budaya Nusantara VIII (EBN) yang diselenggarakan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( PGSD) menjadi momentum bagi mahasiswa PGSD dalam menampilkan kreativitasnya. Berbagai penampilan seperti tari, drama, teater, musik dan olahraga mendapatkan sambutan positif dari peserta yang hadir dalam acara EBN VIII tahun 2017. 

“kami berterimakasih atas dukungan dari Universitas, mahasiswa dan orang tua. Sehingga acara EBN VIII dapat diselenggarakan dengan meriah”, kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unipa Surabaya Dr. Suhari, S.H., M.Si

Suhari mengatakan, acara EBN VIII tidak serta merta menjadi acara tahunan yang harus diikuti oleh mahasiswa. Tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa dalam mengekspresikan bakat dan minat dalam kegiatan ektra kampus. Selain itu EBN VIII ini akan menjadi peluang bagi lembaga khususnya PGSD dalam mencetak lulusan mahasiswa PGSD yang kompeten, unggul dan berkarakter.

“saya yakin dengan penampilan yang diberikan mahasiswa dalam EBN VIII ini akan menjadikan lulusan Unipa dapat bersaing dengan kampus negeri,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini kemampuan soft skill mahasiswa PGSD Unipa sudah di atas rata-rata. Hal ini, terlihat pada saat mahasiswa mengikuti program PPL atau magang di sekolah dasar. Di sekolah banyak dari mahasiswa PGSD yang berkontribusi besar dalam memberikan pelatihan dan bimbingan kepada siswa. dalam kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa PGSD sering dipercaya oleh kepala sekolah dan guru untuk melatih siswa dalam kegiatan ekskul, “tambah Suhari.

Selain kemampuan soft skill, mahasiswa PGSD juga mempunyai keunggulan dalam hardskill, seperti dalam pembuatan perangkat pembelajaran seperti rencana pembuatan semester atau sumber belajar. Dalam penyusunan RPS mahasiswa sering dijadikan rujukan dan referensi bagi guru-guru di sekolah, sedangkan dalam sumber belajar produk media pembelajaran mahasiswa sering diminta sekolah untuk dijadikan contoh dan model.

Biasanya, media pembelajaran mahasiswa PGSD dijadikan pilihan utama bagi guru pada saat melakukan  proses belajar mengajar di kelas, “terangnya.

Sementara itu, ketua prodi PGSD Unipa Surabaya, Bahuddin Azmi, M.Pd menyatakan, sebagai kaprodi pihaknya berusaha agar kemampuan prodi PGSD Unipa Suarabaya dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Berbagai terobosan mulai dari membiasakan menyanyikan lagu nasional dan daerah pada saat memulai perkuliahan hingga membudayakan budaya literasi dengan membentuk warta PGSD yang dapat menjadikan lulusan PGSD unggul daripada lulusan di luar PGSD.

“Kami optimis dengan memberikan pembekalan hardskil dan soft skill kepada mahasiswa, lulusan PGSD Unipa, nantinya akan siap bersaing dalam dunia kerja khususnya di sekolah,” tutur dosen jebolan pascasarjana Unesa Danang Prasetyo, S.Pd., M.Pd.  (*)


  • Akademik
  • Humas