Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SURABAYA- Asean Youth Center (AYC) Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya memasuki periode kedua. Hal itu, ditandai dengan adanya serah terima jabatan oleh Natta Akbar kepada Presiden AYC periode 2016-2017 Abdul Ghoni dari Prodi Bahasa Inggris. Sejak diresmikan 10 Nopember 2015 lalu, AYC seringkali menjadi perdebatan baik di dalam maupun di luar Unipa Surabaya. AYC bergerak sebagai wadah bagi pemuda untuk mengeksplorasi minat dan bakat serta membangun jejaring baik ditingkat regional maupun internasional. Saat ini AYC memasuki dua tahun, selama perjalanan tersebut sudah banyak kerjasama yang dilakukan. “Tahun ini akan lebih meningkatkan 4C1M (Creative, Colaboratif, Critical Thingking, Communicative, dan Multitasking) seperti yang disampaikan Drs Widodo ST MKom pembina AYC Unipa Surabaya,”ungkap Ghoni. Sertijab dilakukan di gedung secretariat AYC yang berada di kampus II Unipa Menanggal, Sabtu, (4/2)

Di periode awal Natta Akbar mengatakan, AYC sudah bekerjasama dengan PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia), Kedubes USA, RELO (Regional English Language Officer), dan Young Praner. AYC juga mendapat kunjungan langsung dari Reaktor Singapura Khairul Rusydi, dan studi banding mahasiswa di luar negeri Malaysia dan Singapura dalam rangka pelatihan, simposium, dan workshop.

Ryza Cahaya ketua PCMI Jatim yang ditemui usai sharing dengan anggota AYC Unipa Surabaya menegaskan, di tahun 2017 program PCMI fokus pada pertukaran pemuda antarnegara dan yang terdekat adalah melakukan road show ke berbagai tempat di wilayah Jatim untuk sosialisasi. Tidak hanya di kota besar tetapi kami akan masuk ke universitas-universitas, sekolah-sekolah, atau pun komunitas-komunitas kepemudaan. Nantinya, kami akan bercerita tentang kesempatan berangkat ke luar negeri sebagai duta Indonesia melalui program Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Tujuan kami untuk memastikan setiap pemuda Indonesia tahu program ini,  tidak peduli latar belakang yang dimiliki, semua mempunyai kesempatan yang sama. Sehingga, mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik, memberdayakan dengan hal-hal positif,  dan akhirnya bisa menjadi ujung tombak perubahan di daerah-daerah. Targetnya, semakin banyak lagi menjangkau daerah-daerah di wilayah Jatim, seperti Madiun, Blitar, jember, Kediri. Program ini tidak terbatas pendidikan formal asalkan masih usia pemuda maksimal 30 tahun, serta memenuhi persyaratan, yakni memiliki kemampuan dalam hal kepemimpinan, pengetahuan budaya, kemampuan dalam hal bahasa Inggris, dan memiliki keinginan menjadi duta Indonesia di luar negeri. Apabila kesulitan informasi bisa datang ke Asean Youth Center seperti di Unipa Surabaya,”ungkap Ryza.

Abdul presiden AYC terpilih mengaku banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, dalam waktu dekat ini akan merancang program kerja dalam satu periode. Ada 24 anggota yang tercantum dalam struktur organisasi, selain anggota inti ada 4 departemen, antara lain Public Relationship, Human Development, Business Center, dan Social. Selain itu, mengembangkan program sebelumnya dan meningkatkan informasi tentang keberadaan AYC di dalam dan di luar Unipa Surabaya agar semakin banyak yang berminat untuk kuliah di luar negeri maupun mengembangkan potensinya di sini.

Universitas sangat mendukung segala aktifitas positif mahasiswa, fasilitas disiapkan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Untuk itu, diperlukan kesadaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kerjasama dengan semua pihak termasuk kawan-kawan di unit kegiatan mahasiswa yang lain. “Semoga dengan terpilihnya pemimpin baru dapat menjadikan AYC Unipa semakin memperlihatkan keunggulannya,”terang Widodo pembina AYC Unipa Surabaya.


  • Akademik
  • Humas