Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Surabaya- LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menyelenggarakan “Seminar Hasil Penelitian Desentralisasi Kemenristekdikti Tahun Anggaran 2016” di gedung Soelaiman Joesoef  Kampus II Adi Buana Menanggal, Kamis, (23/2). Acara ini terselenggara atas instruksi dari Kemenristekdikti,”ungkap Kepala LPPM Unipa Surabaya  Dr. Dra. Sukarjati, M.Kes.

“Sebelumnya memang pihak Kemenristekdikti yang menyelenggarakannya. Baru untuk tahun anggaran 2016 yang terlaksana pada Pebruari 2017 kali ini dilimpahkan ke perguruan tinggi masing-masing untuk penelitian desentralisasi. Namun, untuk kompetitif nasional tetap Kemenritekdikti yang melaksanakannya,”terang Sukarjati.

Menurut Sukarjati, penelitian ini dibagi dua, yaitu desentralisasi dan kompetitif nasional. Desentralisasi meliputi penelitian dosen pemula dan penelitian produk terapan. Kebetulan yang dapat dipresentasikan ada 31 judul penelitian pemula dan 2 judul penelitian produk terapan yang sudah selesai. Untuk kompetitif nasional salah satu contohnya fundamental. Selain itu, dalam seminar ini menghadirkan reviewer eksternal dan internal. Untuk eksternalnya menghadirkan Prof. Win Darmanto, Ph.D dari Fakultas Sains dan teknologi Universitas Airlangga dan Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd dari Universitas Negeri Surabaya. Sedangkan reviewer internal ada Saya, Dr. Hartono, MSi,  Dr. Ir. Tatang Sopandi, M.Si., Dr. Rufi'i, S.SI.,ST., M.Pd, dan Dr. Agung Pramudjiono, M.Pd. Masing-masing reviewer dipilih karena telah memenuhi kriteria sebagai penilai.

Prof. Win mengungkapkan, hasil penelitian dosen cukup bagus dengan dana pemula Rp. 11.600.000 hasilnya bisa dikatakan telah melampaui target. Karena di beberapa PT ada yang sampai menghabiskan dana penelitian di atas Rp. 40.000.000. Dengan dana minim hasilnya sudah ada publikasi, publikasi internasional, presentasi di seminar nasional hingga internasional. Terlebih ada pula yang sudah pembuatan alat bahkan sudah didaftarkan di hak paten. Jadi, kerja dari lembaga sudah sangat bagus.

Hasil penelitian ini dapat dipublikasikan ke ranah internasional. Walaupun masih ada data yang kurang dapat dikombinasi dengan penelitian sebelumnya. Asalkan, di dalam penggunaan angka kredit yang digunakan publikasi yang lebih tinggi, yang datanya sudah diambil tidak boleh digunakan di penelitian akustik karena bisa menjadi autoplagiat,”ucap Prof. Win.

Sukarjati mengatakan, seminar ini sifatnya wajib hadir bagi dosen-dosen Unipa Surabaya karena ini sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dosen penerima hibah. Jadi, apa yang sebelumnya mereka janjikan di proposal pada seminar hasil ini harus disampaikan karena ini salah satu bentuk tagihan dari apa yang telah ditulis. Tagihan itu berupa luaran artinya sudah sampai di mana kegiatan penelitian yang dilakukan dosen. Kali ini hampir semua penelitian ada luarannya, seperti sudah di unggah di jurnal regional, fakultas, seminar internasional, seminar nasional, bahkan jurnal terindeks scopus.

Menurutnya, dosen Unipa sendiri, alhamdulillah hampir semua telah melakukan tri darma secara utuh, mengajar sampai meneliti dilakukan. Selain itu, kampus yang mempunyai jargon “semangat pagi” ini mendukung penelitian dosen dengan menyediakan hibah Adi Buana jika tidak didanai oleh Dikti. Pada tahun anggran 2017 ini mengalami peningkatan ada 73 judul penelitian ditambah 5 judul penelitian untuk pengabdian sementara di tahun 2016 hanya 52 judul penelitian. Salah satu hal untuk meningkatkan penelitian dosen dengan memanfaatkan momen KKN-PPM. Di lokasi tersebut dimaksudkan dosen akan memperoleh banyak materi penelitian.


  • Akademik
  • Humas