Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SURABAYA- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya peduli terhadap korban banjir di kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan memberikan sumbangan ke lokasi kejadian yang di pusatkan di kantor kecamatan Benjeng. Sumbangan tersebut diberikan langsung oleh Drs Djoko Adi Waludjo ST MM DBA Rektor Unipa Surabaya kepada pihak kecamatan agar nantinya sumbangan dapat didistribusikan ke warga-warga dan juga mahasiswa Unipa Surabaya yang sedang melakukan kegiatan Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di kecamatan tersebut. Jumat (3/2)

Sumbangan yang diberikan berupa air mineral sebanyak 60 kardus, mie instan 200 kardus dan juga roti. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Dekan FKIP Dr Suhari SH MSi, Drs Widodo ST MKom bidang Humas dan Kerjasama, para dosen Unipa Surabaya dan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Menwa dan Pramuka.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak Unipa Surabaya dan ini akan diberikan ke warga-warga yang tertimpa banjir akibat luapan kali Lamong. Ada 13 desa yang terendam banjir dan 9 diantaranya yang ditempati mahasiswa Unipa Surabaya yang tengah melakukan KKN. Desa-desa tersebut yakni desa Lundo, Balong Mojo, Bulu Rejo, Kedung Rukem, Delik Sumber, Senoboyo, Kedung Sekar, Geluran Ploso, Dermo, dan sebagainya, ”ungkap Pak Naim Sekretaris Camat Benjeng.

Rektor Unipa Surabaya Djoko Adi Waludjo mengatakan, sekolah terbaik adalah di dalam masyarakat dan ini juga tertulis dalam visi Unipa Surabaya yakni peduli maka adanya kejadian ini sebagai pelajaran, pengalaman, dan pengabdian kepada masyarakat yang sebenarnya untuk saling membantu satu sama lain.

Salah satu mahasiswa KKN-PPM Unipa Surabaya Nurul Arijah Atrabina Program Studi PGSD yang bertempat di desa Sedapurklagen kecamatan Benjeng mengatakan bencana banjir yang terjadi sontak membuat kaget dan bingung karena banjir kiriman yang datang membuat desa kami terendam hingga pingang orang dewasa, tidak hanya rumah warga tapi tempat menginap mahasiswa juga terendam. Namun, kami kemudian diungsikan di rumah warga yang lebih tinggi dan tidak terkena banjir.

“Program yang disusun belum dapat dikerjakan kami masih menangani masalah banjir terlebih dahulu. Sementara, kami membantu warga membersihkan sisa-sisa dari banjir. Setelah selesai baru program akan dijalankan karena kami sudah koordinasi dengan pihak kelurahan.”ungkap Nurul.

Sudah menjadi kegiatan wajib KKN-PPM di Unipa Surabaya, program pengabdian langsung kepada masyarakat ini akan menyentuh berbagai sektor tidak hanya pendidikan tetapi juga sosial, ekonomi, dan kesehatan. Banyak program yang akan dilakukan dan diajarkan langsung kepada masyarakat. Karena itu, bakti masyarakat ini sebagai ladang belajar bagi mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke lapangan setelah lulus kuliah di Unipa Surabaya. “Ungkap, Bisma Arianto MM Sekretaris  KKN-PPM Unipa Surabaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REKTOR UNIPA TURUN TANGAN LANGSUNG KE LOKASI UNTUK DISTRIBUSIKAN SUMBANGAN AIR BERSIH DAN MIE INSTAN YANG DIPUSATKAN DI KANTOR KECAMATAN BENJENG.


  • Akademik
  • Humas