Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SURABAYA- Program BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) yang diusung oleh DIKTI selalu menjadi hal yang ditunggu setiap tahunnya. Melalui program tersebut seseorang dapat menjadi pengajar bahasa Indonesia dan kebudayaan Indonesia di luar negeri. Salah satu yang beruntung diberangkatkan, yakni Hertiki, S.Pd., M. Pd dosen dari Program Studi Bahasa Inggris Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Melalui program SAME BIPA DIKTI 2016 telah mengantarkannya ke negara Polandia. Senin (16/1)

Perempuan yang akrab dipanggil Miss Hertiki tersebut mengaku sangat bangga bisa lolos seleksi. Menurutnya, ini sebuah anugerah dari Tuhan bisa terpilih sebagai guest lecture di negara asing. Hal itu, tidak lepas dari dukungan pihak SAME BIPA DIKTI dan Duta Besar RI untuk Polandia Pak Peter F Gontha. “Sebebarnya, ketertarikan pada program ini sudah ada sejak lama. Tapi, baru berkesempatan akhir tahun ini, program ini menarik dan menyeluruh tidak hanya di Jawa Timur melainkan seluruh Indonesia bisa mengikuti,”ungkap Hertiki.  

 “Awalnya 24 dosen terpilih kemudian diseleksi lagi melalui interview dan micro teaching dan akhirnya terpilihlah 9 besar dosen dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya dari Univ. Negeri Malang, Univ. Muhammadiyah Malang, Univ. Negeri Semarang, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Univ. Halu Oleo. Dosen yang terpilih diberangkatkan ke berbagai negara, seperti Uzbekistan, India, Ukraina, Bulgaria, dan Polandia,”kata Hertiki.

Program ini berlangsung selama empat bulan, yang dimulai dari Oktober 2016 hingga Januari 2017 dengan jadwal mengajar yang padat. Sebelum diberangkatkan peserta dibekali berbagai keterampilan oleh tim agar bisa menguasai materi ajar.  “Saya mengajar di tiga universitas dan KBRI antara lain University of Warsaw, Collegium Civitas, Warsaw, University of Jagiellonian Krakow, dan KBRI Warsawa Polandia. Pembelajaran yang diajarkan terkait budaya Indonesia, seperti belajar bermain bola bekel, dakon, melukis topeng, menari poco-poco, maumere, dan gemu famire. Selain itu, memasak masakan Indonesia dan mata uang Indonesia. Sedangkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia wajib menggunakan modul yang dibuat oleh tim BIPA yang sudah dibagi ke dalam beberapa level dasar hingga lanjut, mulai A1, A2, B1, B2, C1, C2.

Nantinya, diharapkan akan ada Indonesia corner (tempat khusus bagi mahasiswa untuk belajar bahasa Indonesia) di masing-masing universitas di Polandia karena respons mahasiswa terhadap bahasa Indonesia sangat baik sehingga harus difasilitasi dengan baik pula. Kemendikbud dengan programnya Darmasiswa akan mengajak mereka belajar langsung di Indonesia dan program ini sangat dilirik mahasiswa di sana dengan alasan Indonesia adalah negara yang indah. Ke depan, semoga Unipa Surabaya dapat menjadi salah satu universitas yang mempunyai program BIPA dan dapat memfasilitasi para mahasiswa asing yang ingin belajar di Indonesia melalui program Darmasiswa tersebut.”Ungkap Hertiki.


  • Akademik
  • Humas