Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

PENANDATANGANAN: Dr. Ir. H. Syarif Burhanuddin, M. Eng Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia menandatangani prasasti peresmian Rusunawa.


      Surabaya- Peresmian pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya berlangsung dengan sangat meriah, karena peresmian gedung asrama tersebut diresmikan langsung oleh Dr. Ir. H. Syarif Burhanuddin, M. Eng Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Rusunawa tersebut dibangun berlantai empat di kampus II Dukuh Menanggal. Sabtu, (23/4).
      Peresmian Rusunawa tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yaitu Syarif Burhanuddin yang didampingi oleh Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA Rektor Unipa Surabaya, Prof. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc Ketua PPLP PT PGRI Surabaya, dan M. Taswin, SE, MM Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya. Kemudian, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dan pemotongan pita oleh Syarif Burhanuddin selaku Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan terselesaikannya serangkaian peresmian menandakan bahwa Rusunawa siap huni.
      Rusunawa yang diberi nama “Widya Loka” tersebut memiliki faslitas seperti apartemen. Setiap kamar memiliki dua ranjang susun, tempat belajar, lemari, dan dua kamar mandi. Selain itu, listrik dan air bebas pakai dan juga terdapat fasilitas ruang diskusi, ruan tamu, dan wifi. Namun, mahasiswa dilarang menggunakan kompor gas dikarenakan mengurasi resiko kebakaran sehingga penghuni rusun bisa menggunakan magic gar untuk memasak. “terang, Drs. Teguh Purwanto MM Kepala Asrama Mahasiswa.
      Teguh Purwanto menambahkan bahwasanya rusunawa ini memiliki 50 kamar dan setiap kamar dihuni 2 orang. Untuk lantai 1 ada 11 (sebelas) kamar, lantai 2, 3, dan 4 masing-masing ada 13 (tiga belas) kamar. Biaya juga berbeda, untuk lantai 1 dikenai biaya Rp 200.000,-, lantai 2, 3, dan 4, setiap lantainya dikurangi Rp. 10.000,-. Yang perlu diketahui pula bahwa setiap mahasiswa maksimal bisa menghuni satu tahun saja. Selain itu, Rusunawa ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota atau luar pulau.
      Sementara itu, Rektor Unipa Surabaya Djoko Adi Walujo mengungkapkan bahwa pembangunan Rusunawa ini menghabiskan dana sekitar 12 Milyar. Dana berasal dari dana APBN (Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara). Pembangunan dimulai pada bulan Juni s.d. Desember. Jadi, sekitar 6 (enam) bulan. Tujuannya sendiri untuk memberikan hunian kepada mahasiswa dengan harga terjangkau.
      Yang menjadi tinjauan kami adalah edukasi bahwa pendidikan itu yang benar adalah berasrama, sehingga ada pemahaman yang holistik karena pembelajaran tidak hanya di kelas tetapi bergaul, berteman, dan merasakan hidup bersama. Oleh karena itu, asrama ini sangat membantu mewujudkan hal itu. Unipa sudah persiapkan segala sesuatunya agar hunian ini bisa segera menjadi hak milik Yayasan Unipa Surabaya.”Kata Djoko Adi Walujo. Dengan adanya Rusunawa akan memberikan dampak yang positif pada mahasiswa, mereka bisa lebih produktif, dan lebih menghemat waktu lantaran jarak antara kampus dan rusun tidak jauh. “Terang, Syarif Burhanuddin Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Unipa Surabaya bersyukur bisa resmikan Rusunawa Widya Loka. Semoga, dengan adanya fasilitas yang semakin memadai bagi mahasiswa dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa di Unipa Surabaya. Acara ini dihadiri pula oleh Kepala Satker Penyediaan Rumah Susun, Kepala satker SNVY Jawa Timur, Seluruh dosen dan karyawan dilingkungan Unipa Surabaya dan aktivis dari Unit Kegiatan Mahasiswa di Unipa.“Tambah, Djoko Adi Walujo Rektor Unipa Surabaya.


  • Akademik
  • Humas