Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

KOMPAK: Dari kiri ke kanan, AKBP Suparti, SH., MM Kepala BNN Kota Surabaya, Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA, dan M. Afghani Wardhana S, SH., MM Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya bersama-sama serukan "Stop Narkoba". 
 

SURABAYA- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya gelar seminar yang bertajuk "Peningkatan Pemahaman Pemuda tentang Bahaya HIV-AIDS, Kenakalan Remaja, dan Narkoba", di kampus Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya. Acara ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya. Kamis, (7/4). 

          "Kami ingin para pemuda khususnya di Kota Surabaya terbebas dari masalah HIV-AIDS, kenakalan remaja, dan narkoba. Karena selain berbahaya akan merusak masa depan, "ungkap M. Afghani Wardhana S, SH., MM Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya. 

         M. Afghani Wardhana mengatakan, angka pengguna narkoba di Jawa Timur ini cukup besar, untuk itu usaha sosialisasi terus kami lakukan kepada para pemuda di Jawa Timur agar mereka memahami lebih dini akan bahaya penyalahgunaan narkoba dan bentuk-bentuk premanisme yang akhir-akhir ini terjadi. Nantinya, mereka dapat menjadi pioneer di komunitas lingkungannya. Dengan cara seperti ini masalah HIV-AIDS, kenakalan remaja, dan narkoba dapat ditanggulangi bersama. Tentunya, tidak lepas dari peran orangtua, masyarakat, dan pendidik. 

         Acara ini diikuti sekitar sekitar 300 peserta. Mereka adalah mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya dan siswa SMA ITP (Intensif Taruna Pembangunan). Menurut M. Afghani Wardhana para peserta ini nantinya diharapkan dapat mengambil manfaat dan menularkan kepada orang-orang di sekelilingnya. Sehingga, sosialisasi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, untuk itu kami siap untuk menjawab segala uneg-uneg mereka. 

         Sementara itu, AKBP Suparti, SH., MM Kepala BNN Kota Surabaya mengungkapkan bahwa angka kematian mencapai 12.044 orang meninggal pertahun atau 33 orang perhari akibat narkoba. Sementara 1,6 juta orang coba-coba pakai narkoba, 1,4 juta teratur pakai narkoba, dan 943 ribu pecandu. Dalam hal ini kerugian akibat penyalahgunaan narkoba sekitar 63,1 Triliyun. Angka yang cukup signifikan. 

         "Penyalahgunaan narkoba yang dilakukan pelajar sekitar 27,32% selebihnya dilakukan oleh orang dewasa yang bekerja. Sementara itu, dilihat dari jenis kelamin Pria 74,5% dan wanita 25,49%. Jenis yang sering dipakai di Jawa Timur adalah sabu-sabu dan ganja. "Terang, AKBP Suparti. 

         Sementara itu, Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA. mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung acara ini, selain itu, ini sangat positif karena dapat menambah wawasan mereka tentang bahaya HIV-AIDS, kenakalan remaja, dan narkoba. Unipa Surabaya sangat senang dapat memfasilitasi acara ini.


  • Akademik
  • Humas