Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Energi positif menaungi Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, kampus yang terkenal dengan slogan “semangat pagi” dan ber-icon bunga matahari tersebut melakukan suatu langkah terkait pengembangan karir tenaga pendidik perguruan tinggi. Dalam Lokakarya yang digelar menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti M.Sc., Ph.D, Dirjen Pengembangan SDM dan IPTEK Kemristek DIKTI. Acara berlangsung di Kampus II Unipa Dukuh Menanggal. Jumat, (18/3)

            Acara ini dibuka oleh Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA Rektor Unipa Surabaya. Dalam pembukaan beliau menyinggung tentang pentingnya kualitas daripada sekadar mengejar kuantitas. Selain itu, kesempatan ini dapat digunakan untuk memperluas wawasan dan meng-update kompetensi para dosen agar dapat melakukan enrichment lebih tajam dan mendalam.

            Menurut Prof Ali Ghufron, saat ini dosen yang belum sertifikasi jumlahnya sekitar 54 persen. Tentunya, ini menjadi tanggung jawab bersama. Pihak Dikti menghimbau agar para dosen dapat meningkatkan kualitas diri agar lulus. Selain itu, pihaknya menyatakan bahwa PR  (pekerjaan rumah) lain yang harus diperhatikan yakni terkait dosen yang masih bergelar SI.

            Berdasarkan Undang-undang guru dan dosen, secara eksplisit tahun 2016 ini tidak boleh lagi ada dosen yang masih SI. Apabila dilanggar maka Kemenristek Dikti akan memberikan ancaman atau sanksi yakni dengan diberhentikan sebagai dosen atau downgreat dari tenaga kependidikan. Aturan ini diberlakukan mulai tahun 2016. “Tambah Prof Ali Ghufron.

            Dalam hal ini, yang dapat mengajar mahasiswa SI, D3, dan D4 minimal harus S2. Langkah penertiban ini diberlakukan terkait dengan kualitas mahasiswa nantinya. Sebagai langkah pengembangan Kemenristek Dikti juga mendukung dengan menyediakan beasiswa lanjut S2. Nah, di tahun 2016 ini telah disediakan 1000 kuota untuk lanjut studi. Tentunya, kesempatan ini tidak serta merta diberikan tetapi melalui tahapan kompetisi. Oleh sebab itu, dukungan dari universitas terkait sangat membantu. Sedangkan, kriteria untuk ini dengan cara mengirim, toefl memenuhi, atau letter of sentence dari negara atau universitas yang dijadikan sebagai tujuan. “Terang Prof Ali Ghufron.

Sementara itu, Prof Dr Ir Suprapto DH Koordinator Kopertis Wilayah VII mengungkapkan bahwa di seluruh Indonesia ada  sekitar 50 ribu dosen yang masih SI. Sedangkan di Jawa Timur sendiri  terdapat 155 dosen DPK dan sekitar 4 ribu dosen yayasan yang masih SI dan 16 ribu dosen di seluruh Jawa Timur.

            Dalam hal  ini, Djoko AW Rektor Unipa surabaya menyatakan bahwa di kampus Unipa Surabaya zero atau nol persen dosen yang  masih SI. Menurut Djoko AW Unipa justru dibanjiri  dengan doktor. Buktinya,  di Tahun 2016 ini ada 3 (tiga) dosen yang telah lulus dan dinobatkan sebagai doktor.

            Sementara itu, upaya terkait pengembangan dosen telah kami lakukan, program sudah dijalankan, dan sekarang tinggal langkah memantau. Diharapkan akan ada hasil positif, dosen mendalami profesi secara profesional dan makin produktif lagi. Sehingga, ijazah bukan hanya sebatas kertas yang tidak ada isinya.  “Terang, Prof Ali Ghufron.


  • Akademik
  • Humas