Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SEMANGAT: segenap keluarga besar Pascasarjana Unipa Surabaya dalam rangka yudisium semester genap tahun 2014-2015.

 

SURABAYA- Program Studi Teknologi Pendidikan (TEP) Program Pascasarjana Unipa Surabaya kembali selenggarakan Yudisium Semester Genap 2014-2015 di Kampus II Menanggal lantai 5 Gedung Pascasarja. Acara ini diikuti sekitar 370 yudisiawan. Menurut Dr. Subandowo Direktur Pascasarjana Unipa Surabaya jumlah tersebut sangat membanggakan dan itu artinya Pascasarjana Unipa Surabaya kembali melahirkan para magister di bidang Teknologi Pendidikan.

Yudisium kali ini dilakukan selama dua hari dan dua sesi dari tanggal 29 s.d. 30 Agustus 2015, kemarin. Dalam pelaksanaannya tidak ada perbedaan baik sesi pertama maupun sesi kedua. Hal ini teknis saja sehingga dibuat dua gelombang. ”Terang Subandowo.

Menurutnya, yang paling penting adalah Yudisiawan dapat mempertanggung jawabkan gelar yang di sandangnya sebagai seorang magister pendidikan. Tentunya, kompetensi dan skill yang dimiliki selama menempuh studi harus terus dikembangkan dan bisa diaplikasikan di sekolah masing-masing guna membangun bangsa yang lebih cerdas. Penelitian yang telah dilakukan dapat menjadi  salah satu bekal dalam memahami kondisi yang terjadi dilapangan.

Satu diantaranya ditunjukkan oleh Etik Yulianti Pratiwi mahasiswa angkatan 2013 yang mengambil penelitian tentang  “Pengaruh Model Problem Best Learning dan Discovery Learning Terhadap Motivasi Belajar Siswa”. Dari penelitiannya tersebut ditemukan bahwa siswa yang mengikuti model best learning hasilnya lebih baik dari pada discovery learning. Hal tersebut mengarah pada model pembelajaran berbasis masalah yang ada disekitarnya. Dalam kesempatan yang istimewa ini, Etik juga menyampaikan bahwa selama menempa belajar di Pascasarja Unipa Surabaya banyak hal yang telah dipelajari selain pengetahuan dari para guru besar juga skill  dalam pembuatan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini sangat berguna ketika di lapangan menurut pengakuannya siswa akan lebih semangat dalam belajar. Tentunya, akan sangat baik pada hasil belajarnya nanti.

Kedepan, Pascasarjana Unipa Surabaya akan mengarah pada pembelajaran E-learning  yang oriantasinya adalah produksi media. Tentunya, melihat apa kebutuhan masyarakat sehingga tidak hanya intruksional saja atau kebutuhan guru dalam kelas tetapi kebutuhan masyarakat sehingga orientasinya education karena media itu ujung tobak. Jadi, konten-konten tersebut harus dicermati supaya tidak hilang karakternya. “Terang, Subandowo.

Disamping itu, Subandowo mengatakan bahwa sekarang ini teknologi pendidikan tidak hanya mampu dalam proses tetapi mampu dalam memproduksi media tetapi harus meningkatkan nilai tambah. Tentunya, akan ada peningkatan kinerja artinya ada peningkatan produktifitas. Mindset pendidikan maupun teknologi harus jelas karena pendidikan adalah segala-galanya. Hal ini sesuai dengan visi dan misi pascasarjana membentuk kader yang berorientasi pada saint teks  berjiwa entrepreneur dan berbasis riset. Selanjutnya, akan uji coba experience learning pembelajaran berdasarkan pengalaman yang didasari pada pendidikan jarak jauh yang rencananya untuk kepelatihan olahraga.  

Menurut Subandowo gonjang-ganjing tentang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tidak perlu dirisaukan, Pascasarjana Unipa Surabaya sendiri sudah sangat siap bahkan kami selalu mencermati MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) oleh karena itu program ini berupaya beradaptasi. Hal tersebut bukan menjadikan diri kita minder justru kita harus lebih meningkatkan kompetensi dan standardisasi agar bisa berdampingan     tanpa harus mengorbankan jati diri atau karakter kita.

 Selanjutnya, kita sudah mempersiapkan untuk mengubah pembelajaran serta yang perlu kita ketahui bahwa Mea bukan kendala atau masalah hanya saja harus menjadi stimulan untuk lebih maju. Untuk itu, kita harus berpikir bagaimana menjadi figur guru yang baik yang bisa menyelamatkan kelas dan bisa mengajar sesuai kebutuhan masyarakat. Artinya, siswa percaya pada gurunya hal ini adalah dasar. Tambahnya.  .  

Sementara itu, Pascasarjana akan melakukan MOU dengan Vietnam kerjasama pendidikan ini akan sangat membantu. Selain itu, Pascasarjana juga akan membuka laboratorium  baru audio visual khusus broadcass sehingga tidak intruksional pada pembelajaran di kelas tetapi education agar lebih menyeluruh. hal ini sesui pula dengan animo jumlah mahasiswa yang makin besar.

 


  • Akademik
  • Humas