Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BANGGA: Dari kiri ke kanan Amir Mahmud Ketua Balai Bahasa Jawa Timur, Indira (juara 3), Sekar Tri (juara 2), Nabila (juara 1), Agung Pramujiono (Dosen Unipa Surabaya), dan Yani Paryono (Ketua Pelaksana).

 

SURABAYA- Unipa Surabaya untuk kali pertama menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara “Gerakan Indonesia Menulis Bagi Siswa Tingkat SMA Sederajat” bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Timur. Kegiatan menulis tersebut diikuti 1000 siswa dari berbagai sekolah di wilayah Jatim. Ada sekitar 17 sekolah yang ikut berpartisipasi antara lain SMA 1, SMA 2, SMA 5, SMK 3 dsb. Kegiatan gerakan cinta bahasa Indonesia ini dilaksanakan di Gor Hastabrata Adi Buana. Sabtu, (22/15)

Sutijono Rektor Unipa mengaku sangat senang dan bangga dengan kegiatan ini. Keterampilan menulis memang perlu dilatih sejak usia dini. Kita mengenal istilah membaca membuka jendela dunia dan menulis langkah untuk membesarkan bangsa. Oleh karena itu, langkah tersebut bisa dimulai dari hal kecil dengan menghidupkan majalah dinding di sekolah seperti apa yang diungkapkan oleh Amir Mahmud Ketua Balai Bahasa Jawa Timur. Selain itu, dalam lomba kali ini tidak perlu memikirkan akan menang apa tidak yang terpenting sudah mencoba untuk berkreasi dan pengalaman ini nantinya akan terus dicoba sampai bisa menulis esai dengan baik.

Berbagai imajinasi dan unjuk kreatifitas dalam menulis ditunjukkan oleh  para siswa. Salah satunya Arini dari SMA 5 Surabaya mengaku sangat siap mengikuti lomba menulis esai yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa dan Unipa Surabaya. Menurutnya, motivasi ikut acara ini untuk mengetahui seberapa besar kemampuannya menulis. Tuturnya, setiap hari di sekolahnya ada kegiatan literasi selama 20 menit sebelum pelajaran utama. Jadi, kami sudah terbiasa menulis. Tantangannya kali ini adalah harus menulis dengan EYD yang baik dan benar serta sesuai tema. Menang bukan tujuan utama yang penting bisa belajar dan tambah pengalaman. Selain itu, bisa bertemu dengan kawan dari sekolah lain jadi bisa sharing tentang tulisan. Saya memilih tema  tentang “Bahasa Indonesia sebagai Jati Diri Bangsa” dan saya kembangkan menjadi tanpa jati diri tanpa harga diri.

Menurut pewara dari Balai Bahasa Jatim, peserta harus mengikuti aturan lomba. Nantinya, penulisan esai akan berlangsung selama 1 jam 30 menit dengan panjang naskah 1-4 halaman yang akan ditulis tangan. Selain itu, naskah terbaik akan menjadi dokumentasi dari penyelenggara dan berhak dipublikasikan baik media dari Balai Bahasa maupun media lain.

Dalam lomba tentunya ada kriteria penilaian yang harus diikuti sebagai syarat memenangkan lomba yaitu isi dan materinya harus menyeluruh, orisinilitas tulisan dan keatraktifan topik yang diangkat, penggunaan bahasa, dan aspek analisis terhadap tema yang dipilih. “Terang Yani Paryono Ketua Pelaksana kegiatan.

Nervous para peserta lomba menanti pengumuman. Dari 1000 siswa dewi fortuna berpihak pada Nabila siswa SMA 2 Surabaya sebagai juara pertama, Sekar Tri juara II, dan Indira juara III keduanya dari SMA 5 Surabaya. Entah mimpi dan doa apa yang dipanjatkan sehingga Nabila mendapatkan piagam, tropi, dan uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Selain pemenang utama dipilih pula 94  juara harapan dan favorit masing-masing mendapatkan 1 juta rupiah.  Nantinya, pemenang akan diikutkan kembali pada lomba menulis ditingkat selanjutnya dan karyanya akan dipublikasikan.


  • Akademik
  • Humas